This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Jumat, 24 Februari 2012
Senin, 20 Februari 2012
juara satu sains di takalar
saat melakukan pendataan ke seluruh Pelajar di SMA Negeri 1 Takalar untuk salah satu Riset. kami mendapati satu fakta mencengangkan tentang kehidupan sekian ratus Pelajar di SMA Negeri 1 Takalar yang ternyata diam dalam kesusahannya selama ini. untuk memastikan kebenaran data-data tersebut, kami melakukan interview secara langsung kepada mereka dan orang-orang terdekat mereka serta tulisan-tulisan yang mereka kirimkan kepada kami. Dan salah satunya adalah Sang Juara Sains atas nama Reska Anugrah. setelah dinyatakan data valid, kami sepakat untuk membantu dengan donasi dari para donatur yang berhati mulia untuk membantu meringankan sedikit beban yang menggantung dipundaknya.
berikut Tulisan tangannya yang telah kami ketik untuk dipublish.

Nama lengkapku adalah Reska Anugrah lahir pada tanggal 14 November 1994 sebagai anak pertama dari keluarga petani sederhana. Aku adalah anak pertama dari 4 orang bersaudara. Aku memiliki 3 orang adik. Ayah dan ibuku adalah petani penggarap sawah di kabupaten Pinrang. Karena kesulitan
Walaupun aku tinggal dengan tanteku, aku tak ingin terlalu merepotkannya. Biasanya setiap 3 bulan aku meminta pembayaran SPP ke orang tuaku. Tapi setahun terakhir ini, orang tuaku tidak mampu lagi mengirim pembayaran SPP karena di kabupaten Pinrang saat ini mengalami kekeringan dan orang tuaku yang hanya bekerja sebagai petani selalu gagal panen. Aku sangat mengerti dengan kondisi orang tuaku saat ini. Bukan hanya aku yang harus dibiayai oleh orang tuaku. adik-adikku juga sama seperti aku, membutuhan biaya pendidikan dan biaya hidup. Untuk menghidupi keluargaku ayah dan ibuku kadang berhutang kemana-mana. Gagal panen juga berarti orang tuaku harus menambah utang untuk bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi yang sangat lemah.ekonomi keluargaku, beliau akhirnya memutuskan untuk mengirimku ke kabupaten Takalar dan tinggal bersama tanteku. Di kabupaten Takalar ini, aku melanjutkan sekolah dengan penuh keterbatasan fasilitas dan sarana. Sekarang aku tinggal bersama seorang tante yang merupakan tulang punggung buat keluarganya. Tidak hanya itu, tanteku yang hanya berprofesi sebagai seorang guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) dan merupakan Single parents buat keluarganya.
Tanteku adalah seorang single parents yang harus menghidupi keluarganya, orang tuanya, anak-anaknya, beberapa orang saudaranya dan juga sejak kepindahanku dari kabupaten Pinrang ke kabupaten Takalar, tanteku juga harus menghidupiku selama tinggal bersamanya. Pengeluaran tanteku yang sangat tidak sedikit membuatku merasa berat jika harus selalu merepotkannya apalagi untuk membayar uang sekolahku yang tidak sedikit. Karena kondisi ekonomi orang tuaku yang begitu memprihatinkan ditambah dengan baru-baru ini aku mendapat kabar kalau orang tuaku gagal panen lagi, aku sangat takut semester ini harus menanggalkan seragam sekolahku karena tak lagi punya uang untuk membayar SPP. Aku tak lagi berharap kiriman orang tuaku yang ku tahu jauh disana beliau juga kesulitan. Jangankan untuk membayar sekolah adik-adikku. Beliau juga kesulitan untuk membiayai kebutuhan primer keluarga kami.
Putus sekolah berarti mengharuskanku mengubur semua angan dan impian yang kumiliki. Aku harus menutup seluruh rute yang selama ini ku susun untuk mencapai gerbang cita-citaku. Jika aku putus sekolah berarti tak ada lagi gunanya semua prestasi yang telah kuukir selain hanya menjadi kenangan yang mengharukan. Selama SMA berikut prestasi yang pernah aku raih
Semoga ada manusia-manusia baik yang bisa mengenalku dan mengenal seluruh potensi yang kumiliki. Mengizinkanku untuk tetap bersekolah dan mengasah terus kemampuan yang kumiliki agar suatu hari nanti aku bisa membuat tanteku tersenyum bangga dan bisa membuat orang tuaku menangis bahagia.
Salam berjuta mimpi dariku
Reska Anugrah
SMA Negeri 1 Takalar
saat melakukan pendataan ke seluruh Pelajar di SMA Negeri 1 Takalar untuk salah satu Riset. kami mendapati satu fakta mencengangkan tentang kehidupan sekian ratus Pelajar di SMA Negeri 1 Takalar yang ternyata diam dalam kesusahannya selama ini. untuk memastikan kebenaran data-data tersebut, kami melakukan interview secara langsung kepada mereka dan orang-orang terdekat mereka serta tulisan-tulisan yang mereka kirimkan kepada kami. Dan salah satunya adalah Sang Juara Sains atas nama Reska Anugrah. setelah dinyatakan data valid, kami sepakat untuk membantu dengan donasi dari para donatur yang berhati mulia untuk membantu meringankan sedikit beban yang menggantung dipundaknya.
berikut Tulisan tangannya yang telah kami ketik untuk dipublish.
Nama lengkapku adalah Reska Anugrah lahir pada tanggal 14 November 1994 sebagai anak pertama dari keluarga petani sederhana. Aku adalah anak pertama dari 4 orang bersaudara. Aku memiliki 3 orang adik. Ayah dan ibuku adalah petani penggarap sawah di kabupaten Pinrang. Karena kesulitan
Walaupun aku tinggal dengan tanteku, aku tak ingin terlalu merepotkannya. Biasanya setiap 3 bulan aku meminta pembayaran SPP ke orang tuaku. Tapi setahun terakhir ini, orang tuaku tidak mampu lagi mengirim pembayaran SPP karena di kabupaten Pinrang saat ini mengalami kekeringan dan orang tuaku yang hanya bekerja sebagai petani selalu gagal panen. Aku sangat mengerti dengan kondisi orang tuaku saat ini. Bukan hanya aku yang harus dibiayai oleh orang tuaku. adik-adikku juga sama seperti aku, membutuhan biaya pendidikan dan biaya hidup. Untuk menghidupi keluargaku ayah dan ibuku kadang berhutang kemana-mana. Gagal panen juga berarti orang tuaku harus menambah utang untuk bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi yang sangat lemah.ekonomi keluargaku, beliau akhirnya memutuskan untuk mengirimku ke kabupaten Takalar dan tinggal bersama tanteku. Di kabupaten Takalar ini, aku melanjutkan sekolah dengan penuh keterbatasan fasilitas dan sarana. Sekarang aku tinggal bersama seorang tante yang merupakan tulang punggung buat keluarganya. Tidak hanya itu, tanteku yang hanya berprofesi sebagai seorang guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) dan merupakan Single parents buat keluarganya.
Tanteku adalah seorang single parents yang harus menghidupi keluarganya, orang tuanya, anak-anaknya, beberapa orang saudaranya dan juga sejak kepindahanku dari kabupaten Pinrang ke kabupaten Takalar, tanteku juga harus menghidupiku selama tinggal bersamanya. Pengeluaran tanteku yang sangat tidak sedikit membuatku merasa berat jika harus selalu merepotkannya apalagi untuk membayar uang sekolahku yang tidak sedikit. Karena kondisi ekonomi orang tuaku yang begitu memprihatinkan ditambah dengan baru-baru ini aku mendapat kabar kalau orang tuaku gagal panen lagi, aku sangat takut semester ini harus menanggalkan seragam sekolahku karena tak lagi punya uang untuk membayar SPP. Aku tak lagi berharap kiriman orang tuaku yang ku tahu jauh disana beliau juga kesulitan. Jangankan untuk membayar sekolah adik-adikku. Beliau juga kesulitan untuk membiayai kebutuhan primer keluarga kami.
Putus sekolah berarti mengharuskanku mengubur semua angan dan impian yang kumiliki. Aku harus menutup seluruh rute yang selama ini ku susun untuk mencapai gerbang cita-citaku. Jika aku putus sekolah berarti tak ada lagi gunanya semua prestasi yang telah kuukir selain hanya menjadi kenangan yang mengharukan. Selama SMA berikut prestasi yang pernah aku raih
- Menjadi juara 1 kompetisi EMAS bidang mate-matika 2010
- Menjadi juara 2 kompetisi EMAS bidang Kimia 2010
- Menjadi juara 3 lomba MIPA+bahasa Indonesia+Bahasa Inggris (SIMETRIS) se-kabupaten Takalar
- Dan menjadi Juara 1 Lomba Sains Olmpiade bidang Kimia tingkat kabupaten Takalar
Semoga ada manusia-manusia baik yang bisa mengenalku dan mengenal seluruh potensi yang kumiliki. Mengizinkanku untuk tetap bersekolah dan mengasah terus kemampuan yang kumiliki agar suatu hari nanti aku bisa membuat tanteku tersenyum bangga dan bisa membuat orang tuaku menangis bahagia.
Salam berjuta mimpi dariku
Reska Anugrah
SMA Negeri 1 Takalar
perasaan
pada suatu malam aku terus membayangi dirimu tubuhmu dan semua yang saya bisa lihat dari bayangan dirimu dan yang pertama kalinya kita ketemu dan bayangan di dalam sebuah poto mu, walaupun potonya tidak bisa dipegan tetap aku bisa membayangimu baik dalam mimpi atau dalam pandangan poto mu, dan wajahmu tidak bisa di lupaka begitu saja oh.......cinta ku
apakah ini dinamakan sebuah cinta kita terus membayangi yang kita cintai apakah ini perasaan yang diberikan kepada saya untuk mencintai seseorang, dan saat ini aku masih bingung apa yang saya akan lakukan....................................................
apakah ini dinamakan sebuah cinta kita terus membayangi yang kita cintai apakah ini perasaan yang diberikan kepada saya untuk mencintai seseorang, dan saat ini aku masih bingung apa yang saya akan lakukan....................................................
SEJARAH SINGKAT MAUDU BARAKKAKA RI
GALESONG
Mengenai
kapan tepatnya Pelaksanaan MAUDU BARAKKAKA RI GALESONG (Maulid Berkah Di
Galesong). Menurut cerita turun-temurun dalam keluarga Daengta Mangindara
bahwa suatu hari bertepatan dengan hari Jumat 21 Rabiul Awal 1062 Hijriyah
tahun 1641 Masehi, ada seorang dari arah pantai dan bertanya kepada warga,
“Yang mana rumah pemerintah disini? Maka ditunjukkanlah rumah Daengta
Mangindara Muhammad Ali Daeng Sitaba, (Keturunan Bangsawan dari Sanrobone),
orang ini bermaksud melaksanakan Shalat Jum'at, setelah shalat orang tersebut
bercerita singkat bahwa saya hendak menuju ke Topejawa atas perintah Sombaya Ri
Gowa (Raja Gowa)Sultan Malikussaid/Muhammad Said ayah kandung Sultan Hasanuddin
untuk mengajarkan tauhid dan mengislamkan sekelompok orang yang masih kafir di
tanah Topejawa tersebut. Orang tersebut mengaku bernama SAYYED JALALUDDIN AL
AIDID DARI ACEH, sebelum pamit orang tersebut meminta kepada Daengta
Mangindara agar melaksanakan Maudu karena kedatangannya bertepatan dengan Bulan
Rabiul Awal, kemudian Daengta bertanya apa itu MAUDU kemudian dijelaskan bahwa
MAUDU itu adalah wujud/bukti kecintaan ummat Islam kepada Rasulullah SAW
sebagaimana Allah SWT dan para malaikat juga cinta kepada Rasulullah Muhammad
SAW, kemudian orang tersebut pamitan dengan memberi salam kemudian kembali
menuju ke pantai diantar oleh Daengta Mangindara kemudian orang tersebut
menghamparkan Jubanya/sejadah kemudian jubah/sajadah tersebut jalan di atas air
menuju selatan sebagaimana layaknya Perahu yang mengantar orang tersebut,
sehingga Daengta Mangindara Mengatakan kepada rakyat Mangindara bahwa yang
datang tadi itu adalah AWALLI (seorang Wali) dan MAUDU yang disuruh
laksanakan itu adalah BARAKKA (Berkah). maka disebutlah MAUDU BARAKKAKA.
Peristiwa MAUDU tersebut disampaikan juga kepada seluruh keluarga di Aena ujung
utara Galesong, maka secara resmi dilaksanakan di Mangindara/Galesong yakni
pada hari Sabtu 28 Rabiul Awal tahun 1062 Hijriyah atau sekitar tahun
1641 M, 369 tahun yang lalu dan dihadiri oleh Karaeng Bontomarannu,
Karaeng Galesong, dan Karaeng Popo. Maudu Barakkaka adalah sebuah Bakul yang
terbuat dari daun Lontara berwarna putih dengan ukuran PATANGGANTAN yang diisi
dengan KADDO/KANRE BARAKKA, Ayam yang sudah di Goreng satu ekor, telur ayam
tujuh biji, dan beberapa makanan lainnya, dan bagian luar bakul diselipkan 30
butir telur yang ditusuk dengan belahan bambu kemudian dibungkus dengan kain
putih, kemudian diadakan ritual Atrate Maudu, maudu Barakkaka juga disertai
dengan KADDO PATANGRUPA/Nasi empat macam (nasi ketang Putih, nasi Ketang Hitam,
Nasih Putih biasa dan nasi berwarna merah) masing-masing satu piring biasa juga
disebut KADDO SALAMAT, Pisang tiga sisir, oleh masyarakat umum sekarang ini
bebas berkreatifitas untuk meramaikan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan
bermacam-macam cara tetapi khusus MAUDU BARAKKAKA tidak demikian akan tetapi
memiliki tata cara dan makna yang terkandung dalam MAUDU BARAKKAKA
secara sangat singkat sebagai berikut :
1.ANNYONGKO JANGAN (Mengurung Ayam), tujuh hari sebelum ayam untuk MAUDU/maulid di potong/disembelih maka terlebih dahulu ayam tersebut dikurung agar terhindar atau tidak memakan makanan kotor atau bernajis, ayam tersebut hanya diberi makanan berupa jagung atau beras, ayam tersebut harus ayam jantang perkasa yang sudah bisa berkokok, JANGAN BULENG (bulunya berwama putih bersih, kulit kakinya berwama kuning keemasan), ayam yang pertama dipotong dalam sejarah MAUDU/Maulid Barakkaka berasal dari kampung LANNA sekarang Galesong Kota milik I Palembanawa Daeng Tulung ayah kandung Imandura Daeng Tulolo Daengta Bodo-Bodo Lanna/Galesong.
2.A'MATE JANGAN (Penyembelihan Ayam), dilaksanakan satu hari sebelum pelaksanaan MAUDU/Maulid, dalam penyembelihan ini biasanya dipercayakan kepada Tokoh Agama pilihan, yang pada akhirnya ayam tersebut digoreng dengan menggunakan Minyak Kelapa yang ditanak. ATTANAK adalah rangkaian MAUDU untuk membuat minyak dari kelapa untuk menggoreng ayam tersebut.
3.KADDO/KANRE BARAKKA, adalah Nasi yang setengah masak kemudian dikeringkan sehingga agak keras dan tidak mudah basi.
4.BAKU MAUDU, adalah sebuah bakul yang dianyam dari daun Lontara yang berwarna putih dengan ukuran PATANGGANTANG (4 X 4 liter) yang mencerminkan bahwa unsur yang terdapat dalam tubuh manusia terdiri dari 4 unsur yakni : PEPE, ANGIN, JE'NE, BUTTA (Api, Angin, Air dan Tanah) - TUBU, HATI, NYAWA, RAHASIA - SYARI'AH, TARIKAT, HAKIKAT dan MA'RIFAT.
5.AMMONE BAKU, dilaksanakan oleh orang pilihan pada pagi hari pelaksanaan MAUDU BARAKKAKA yakni mengisi bakul dengan Kaddo Barakka, ayam dan telur serta beberapa jenis barang lainnya.
6.ATRATE, adalah acara ritual yang dilaksanakan sekelompok orang (7 orang) pada hari pelaksanaan Maudu Barakkaka.
7.ATREBBO BAYAO, kegiatan yang dilaksanakan oleh keluarga atau masyarakat umum untuk mendapatkan telur yang berjumlah 30 biji di bagian luar bakul karena diyakini bisa membawa berkah, telur 30 biji disesuaikan dengan jumlah Juz dalam Al-Qur’an. Inilah awal mula sehingga setiap akan berakhir ritual Atrate ditandai dengan Atrebbo Bayao/berebut telur baik dalam pelaksanaan Maudu Barakka maupun maulid lainnya dimana saja.
MAUDU BARAKKAKA secara turun temurun dan berturut-turut dilaksanakan oleh Muhammad Ali Daeng Sitaba kemudian dilanjutkan oleh Cucunya I Mabbau Daeng Ngeppe (Putra dari I Mandura Daeng Tulolo/Daengta Bodo-bodo di Lanna/Galesong) wafat di Salaparang Sumbawa kemudian dilanjutkan oleh putranya I Mangrokkoki Daeng Tutu kemudian dilanjutkan oleh putranya Sindawa Daeng Tarang (Gugur dalam perjuangan Kemerdekaan RI bersama kerabat dan pengawalnya pada tanggal 3 Maret 1946 oleh kekejaman Tentara Belanda Pimpinan Raymond Wasterling) sejak itu MAUDU BARAKKAKA dilaksanakan sangat sederhana oleh keluarga yang ditinggalkan yakni I Mangrokkoki/Muhammad Adam Daeng Tutu kemudian kepada adiknya Tarigu Daeng Tarring. Tradisi Bakul tetap ada tetapi hanya dihadiri keluarga dekat saja dengan istilah ATTOANA/APPIDALLEKI nanti pada tahun 2001 tradisi MAUDU BARAKKA kembali dihidupkan dan memeriahkan oleh putranya yakni Sindawa Daeng Tarang, SH, MM (Kepala Desa Mangindara) sekarang ini. Mangindara adalah sebuah wilayah yang sebenarnya tinggal nama saja, karena sejak 50/60 tahun yang lalu sudah menjadi laut tetapi untuk mengenang sejarah terutama keberadaan Galesong maka diabadikan namanya menjadi sebuah desa (Desa Mangindara).
MAUDU BARAKKA sudah menjadi adat istiadat dan tradisi budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, yang pelaksanaannya sudah teragenda tetap yang setiap hari Sabtu terakhir bulan Rabiul Awal setiap tahun (menyesuaikan awal mula pelaksanaan Maudu tersebut) dikediaman keturunan Daengta Mangindara yang disepakati, MAUDU ini selalu mendapat perhatian dari Pemerintah.
a.Pada tahun 2005 dihadiri Wakil Ketua MPR RI (Bapak H. M. Aksa Mahmud) bersama Pemerintah Kabupaten Takalar.
b.Pada tahun 2006 dihadiri Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. M. Amin Syam), wakil Bupati Takalar, Ibu Bupati Takalar dan para MUSPIDA.
c.Pada tahun 2007 dihadiri Kepala BALITBANG Dep. Pendidikan Nasional, (Prof. DR. H. Mansyur Ramli) Asisten II Propinsi Sulawesi Selatan (Prof. H. B. Amiruddin Maula, M.Si) An. Gubernur , PEMDA Takalar dan para MUSPIDA.
d.Pada tahun 2008 dan 2009 dihadiri oleh Bapak Bupati Takalar bersama unsur Muspida.
Demikianlah riwayat yang sangat singkat ini, yang sebenarnya masih sangat banyak uraian dan makna yang terkandung di dalam MAUDU BARAKKAKA tapi tidak sempat diuraikan lebih jauh, terima kasih.
1.ANNYONGKO JANGAN (Mengurung Ayam), tujuh hari sebelum ayam untuk MAUDU/maulid di potong/disembelih maka terlebih dahulu ayam tersebut dikurung agar terhindar atau tidak memakan makanan kotor atau bernajis, ayam tersebut hanya diberi makanan berupa jagung atau beras, ayam tersebut harus ayam jantang perkasa yang sudah bisa berkokok, JANGAN BULENG (bulunya berwama putih bersih, kulit kakinya berwama kuning keemasan), ayam yang pertama dipotong dalam sejarah MAUDU/Maulid Barakkaka berasal dari kampung LANNA sekarang Galesong Kota milik I Palembanawa Daeng Tulung ayah kandung Imandura Daeng Tulolo Daengta Bodo-Bodo Lanna/Galesong.
2.A'MATE JANGAN (Penyembelihan Ayam), dilaksanakan satu hari sebelum pelaksanaan MAUDU/Maulid, dalam penyembelihan ini biasanya dipercayakan kepada Tokoh Agama pilihan, yang pada akhirnya ayam tersebut digoreng dengan menggunakan Minyak Kelapa yang ditanak. ATTANAK adalah rangkaian MAUDU untuk membuat minyak dari kelapa untuk menggoreng ayam tersebut.
3.KADDO/KANRE BARAKKA, adalah Nasi yang setengah masak kemudian dikeringkan sehingga agak keras dan tidak mudah basi.
4.BAKU MAUDU, adalah sebuah bakul yang dianyam dari daun Lontara yang berwarna putih dengan ukuran PATANGGANTANG (4 X 4 liter) yang mencerminkan bahwa unsur yang terdapat dalam tubuh manusia terdiri dari 4 unsur yakni : PEPE, ANGIN, JE'NE, BUTTA (Api, Angin, Air dan Tanah) - TUBU, HATI, NYAWA, RAHASIA - SYARI'AH, TARIKAT, HAKIKAT dan MA'RIFAT.
5.AMMONE BAKU, dilaksanakan oleh orang pilihan pada pagi hari pelaksanaan MAUDU BARAKKAKA yakni mengisi bakul dengan Kaddo Barakka, ayam dan telur serta beberapa jenis barang lainnya.
6.ATRATE, adalah acara ritual yang dilaksanakan sekelompok orang (7 orang) pada hari pelaksanaan Maudu Barakkaka.
7.ATREBBO BAYAO, kegiatan yang dilaksanakan oleh keluarga atau masyarakat umum untuk mendapatkan telur yang berjumlah 30 biji di bagian luar bakul karena diyakini bisa membawa berkah, telur 30 biji disesuaikan dengan jumlah Juz dalam Al-Qur’an. Inilah awal mula sehingga setiap akan berakhir ritual Atrate ditandai dengan Atrebbo Bayao/berebut telur baik dalam pelaksanaan Maudu Barakka maupun maulid lainnya dimana saja.
MAUDU BARAKKAKA secara turun temurun dan berturut-turut dilaksanakan oleh Muhammad Ali Daeng Sitaba kemudian dilanjutkan oleh Cucunya I Mabbau Daeng Ngeppe (Putra dari I Mandura Daeng Tulolo/Daengta Bodo-bodo di Lanna/Galesong) wafat di Salaparang Sumbawa kemudian dilanjutkan oleh putranya I Mangrokkoki Daeng Tutu kemudian dilanjutkan oleh putranya Sindawa Daeng Tarang (Gugur dalam perjuangan Kemerdekaan RI bersama kerabat dan pengawalnya pada tanggal 3 Maret 1946 oleh kekejaman Tentara Belanda Pimpinan Raymond Wasterling) sejak itu MAUDU BARAKKAKA dilaksanakan sangat sederhana oleh keluarga yang ditinggalkan yakni I Mangrokkoki/Muhammad Adam Daeng Tutu kemudian kepada adiknya Tarigu Daeng Tarring. Tradisi Bakul tetap ada tetapi hanya dihadiri keluarga dekat saja dengan istilah ATTOANA/APPIDALLEKI nanti pada tahun 2001 tradisi MAUDU BARAKKA kembali dihidupkan dan memeriahkan oleh putranya yakni Sindawa Daeng Tarang, SH, MM (Kepala Desa Mangindara) sekarang ini. Mangindara adalah sebuah wilayah yang sebenarnya tinggal nama saja, karena sejak 50/60 tahun yang lalu sudah menjadi laut tetapi untuk mengenang sejarah terutama keberadaan Galesong maka diabadikan namanya menjadi sebuah desa (Desa Mangindara).
MAUDU BARAKKA sudah menjadi adat istiadat dan tradisi budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, yang pelaksanaannya sudah teragenda tetap yang setiap hari Sabtu terakhir bulan Rabiul Awal setiap tahun (menyesuaikan awal mula pelaksanaan Maudu tersebut) dikediaman keturunan Daengta Mangindara yang disepakati, MAUDU ini selalu mendapat perhatian dari Pemerintah.
a.Pada tahun 2005 dihadiri Wakil Ketua MPR RI (Bapak H. M. Aksa Mahmud) bersama Pemerintah Kabupaten Takalar.
b.Pada tahun 2006 dihadiri Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. M. Amin Syam), wakil Bupati Takalar, Ibu Bupati Takalar dan para MUSPIDA.
c.Pada tahun 2007 dihadiri Kepala BALITBANG Dep. Pendidikan Nasional, (Prof. DR. H. Mansyur Ramli) Asisten II Propinsi Sulawesi Selatan (Prof. H. B. Amiruddin Maula, M.Si) An. Gubernur , PEMDA Takalar dan para MUSPIDA.
d.Pada tahun 2008 dan 2009 dihadiri oleh Bapak Bupati Takalar bersama unsur Muspida.
Demikianlah riwayat yang sangat singkat ini, yang sebenarnya masih sangat banyak uraian dan makna yang terkandung di dalam MAUDU BARAKKAKA tapi tidak sempat diuraikan lebih jauh, terima kasih.
penciptaan lalat
BUKTI KEBENARAN AL-QURAN : PENCIPTAAN LALAT
Oleh Islamic Motivation (Album) · Diperbarui 10 jam yang lalu
Mukjizat Alquran: Penciptaan Lalat
REPUBLIKA.CO.ID. Lalat merupakan jenis serangga yang bersayap ganda. Ia mempunyai banyak kelebihan yang terdapat pada modifikasi tubuhnya yang membuatnya hidup secara aman dan leluasa. Karena di bagian bawah perutnya terdapat paruh yang berfungsi untuk menjadi keseimbangan lalat di kala menapak pada benda yang halus.
Sebagaimana kaki-kakinya terdapat pula paruh yang lengket untuk memudahkan penyinggahan pada benda-benda yang sangat halus. Begitu pula dengan bagian mulutnya, mulutnya dilengkapi dengan bibir dan sengatan.
Lalat ini tergolong jenis serangga yang langka, ia mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam mengeluarkan enzim pencerna. Proses pengeluaran enzim ini secara langsung dengan cara memasukkannya ke makanan serta membawanya ke benda-benda mainan, sehingga kandungan kimia makanan tersebut bisa berubah.
Lalat ini telah banyak dijadikan objek penelitian hewan dan genetika, agar ditemukan cara meminimalisir volume keganasannya dalam memindahkan suatu penyakit. Walaupun secara prisip kajian ini bertujuan mengetahui pola kehidupan bakteri yang dibawa melalui lalat ini.
Hanya saja hasil-hasil dari penelitian ini menegaskan adanya unsur-unsur penghancur mikroba yang terpusat pada salah satu sayapnya. Dan untuk menghindari pengaruh dari unsur-unsur yang menghancurkan mikroba, mikroba berlindung pada sayap lain.
Dan unsur penghancur dan terdapat pada salah satu sayap itu mengeluarkan bakteri pada saat menyentuh bagian atas tengah makanan, lalu menyebar sangat cepat, serta pengaruhnya yang mematikan terhadap mikroba.
Lalu timbul suatu pemikiran untuk menuntaskan penelitian pada unsur-unsur ini, serta penggunaannya sebagai penawar dari penyakit yang tersebar melalui lalat ini. Bahwasanya segala kepastian yang kita ungkapkan melalui penelitian terhadap lalat ini, telah terungkap terlebih dahulu dalam Alquran dan Sunah sejak 14 abad yang lalu.
Dalam surat Al-Hajj ayat 73, Allah SWT berfirman, “Hai, manusia telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya...”
Ayat ini menuturkan kekuatan enzim yang luar biasa dalam proses pencernaan dan penyebaran bakteri, serta proses perubahan zat kimia pada makanan yang sangat cepat. Dan Alquran telah menjelaskan hal ini dalam firman Allah SWT, “Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu...”
Makna dari tidak dapat merebutnya kembali adalah tidak mampu mengembalikan makanan kepada seperti semula karena terjadi rentetan perubahan kimia melalui enzim yang meluluhkan zat kimia makanan. Juga merubah komponen makanan yang lengkap menjadi komponen biasa.
Berdasarkan paparan tersebut, bahwasanya Alquran mengandung kemukjizatan ilmu pengetahuan lain yang tercermin pada ikatan jaringan komponen tubuh yang terdapat pada hewan sejenis lalat ini yang banyak disepelekan orang.
Sungguh para ilmuwan dari negara-negara maju, karena mereka yakin bahwasanya ilmu pengetahuan melalui peralatan yang modern mampu menciptakan seekor lalat. Dan pada salah satu percobaan di Rusia yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun diikuti oleh 30 pakar biologi dari negara-negara maju untuk turut andil dalam proyek membuat lalat.
Dan setelah lebih dari 10 tahun terkuras daya, waktu dan daya, 30 orang ilmuwan atau lebih berkumpul di Rusia dan mengumumkan kegagalan mereka dalam proyek memproduksi lalat. Sunguh benar apa yang difirmankan Allah SWT, “Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.”
Jika mereka mengklaim bahwa Alquran adalah buatan Muhammad, maka siapakah yang mengetahui bahwa mereka akan berkumpul untuk memproduksi lalat dan mereka akan gagal, dan apa yang terjadi jika mereka tidak berkumpul, atau mereka berkumpul dan berhasil?
Sesungguhnya ini adalah bukti nyata bagi orang yang menginginkan kebenaran mutlak terhadap zat Allah SWT untuk mencapai kepada keputusan yang benar. Sebagaimana yang dituturkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya, “Jika lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka celupkanlah, kemudian ambillah kembali. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obat.” (HR. Bukhari).
Hadits ini menunjukkan adanya zat penawar bakteri pada salah satu sayap lalat. Ini adalah bukti kebenaran Muhammad SAW, padahal beliau bukanlah seorang ilmuwan, atau pakar kedokteran.
Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini baru terjadi di abad ke-20. Sedangkan Al-Quran diwahyukan 1400 tahun yang lalu.
Jadi,,, 1 lagi BUKTI,,, Islam TERBUKTI BENAR!
Oleh Islamic Motivation (Album) · Diperbarui 10 jam yang lalu
Mukjizat Alquran: Penciptaan Lalat
REPUBLIKA.CO.ID. Lalat merupakan jenis serangga yang bersayap ganda. Ia mempunyai banyak kelebihan yang terdapat pada modifikasi tubuhnya yang membuatnya hidup secara aman dan leluasa. Karena di bagian bawah perutnya terdapat paruh yang berfungsi untuk menjadi keseimbangan lalat di kala menapak pada benda yang halus.
Sebagaimana kaki-kakinya terdapat pula paruh yang lengket untuk memudahkan penyinggahan pada benda-benda yang sangat halus. Begitu pula dengan bagian mulutnya, mulutnya dilengkapi dengan bibir dan sengatan.
Lalat ini tergolong jenis serangga yang langka, ia mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam mengeluarkan enzim pencerna. Proses pengeluaran enzim ini secara langsung dengan cara memasukkannya ke makanan serta membawanya ke benda-benda mainan, sehingga kandungan kimia makanan tersebut bisa berubah.
Lalat ini telah banyak dijadikan objek penelitian hewan dan genetika, agar ditemukan cara meminimalisir volume keganasannya dalam memindahkan suatu penyakit. Walaupun secara prisip kajian ini bertujuan mengetahui pola kehidupan bakteri yang dibawa melalui lalat ini.
Hanya saja hasil-hasil dari penelitian ini menegaskan adanya unsur-unsur penghancur mikroba yang terpusat pada salah satu sayapnya. Dan untuk menghindari pengaruh dari unsur-unsur yang menghancurkan mikroba, mikroba berlindung pada sayap lain.
Dan unsur penghancur dan terdapat pada salah satu sayap itu mengeluarkan bakteri pada saat menyentuh bagian atas tengah makanan, lalu menyebar sangat cepat, serta pengaruhnya yang mematikan terhadap mikroba.
Lalu timbul suatu pemikiran untuk menuntaskan penelitian pada unsur-unsur ini, serta penggunaannya sebagai penawar dari penyakit yang tersebar melalui lalat ini. Bahwasanya segala kepastian yang kita ungkapkan melalui penelitian terhadap lalat ini, telah terungkap terlebih dahulu dalam Alquran dan Sunah sejak 14 abad yang lalu.
Dalam surat Al-Hajj ayat 73, Allah SWT berfirman, “Hai, manusia telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya...”
Ayat ini menuturkan kekuatan enzim yang luar biasa dalam proses pencernaan dan penyebaran bakteri, serta proses perubahan zat kimia pada makanan yang sangat cepat. Dan Alquran telah menjelaskan hal ini dalam firman Allah SWT, “Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu...”
Makna dari tidak dapat merebutnya kembali adalah tidak mampu mengembalikan makanan kepada seperti semula karena terjadi rentetan perubahan kimia melalui enzim yang meluluhkan zat kimia makanan. Juga merubah komponen makanan yang lengkap menjadi komponen biasa.
Berdasarkan paparan tersebut, bahwasanya Alquran mengandung kemukjizatan ilmu pengetahuan lain yang tercermin pada ikatan jaringan komponen tubuh yang terdapat pada hewan sejenis lalat ini yang banyak disepelekan orang.
Sungguh para ilmuwan dari negara-negara maju, karena mereka yakin bahwasanya ilmu pengetahuan melalui peralatan yang modern mampu menciptakan seekor lalat. Dan pada salah satu percobaan di Rusia yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun diikuti oleh 30 pakar biologi dari negara-negara maju untuk turut andil dalam proyek membuat lalat.
Dan setelah lebih dari 10 tahun terkuras daya, waktu dan daya, 30 orang ilmuwan atau lebih berkumpul di Rusia dan mengumumkan kegagalan mereka dalam proyek memproduksi lalat. Sunguh benar apa yang difirmankan Allah SWT, “Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.”
Jika mereka mengklaim bahwa Alquran adalah buatan Muhammad, maka siapakah yang mengetahui bahwa mereka akan berkumpul untuk memproduksi lalat dan mereka akan gagal, dan apa yang terjadi jika mereka tidak berkumpul, atau mereka berkumpul dan berhasil?
Sesungguhnya ini adalah bukti nyata bagi orang yang menginginkan kebenaran mutlak terhadap zat Allah SWT untuk mencapai kepada keputusan yang benar. Sebagaimana yang dituturkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya, “Jika lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka celupkanlah, kemudian ambillah kembali. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obat.” (HR. Bukhari).
Hadits ini menunjukkan adanya zat penawar bakteri pada salah satu sayap lalat. Ini adalah bukti kebenaran Muhammad SAW, padahal beliau bukanlah seorang ilmuwan, atau pakar kedokteran.
Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini baru terjadi di abad ke-20. Sedangkan Al-Quran diwahyukan 1400 tahun yang lalu.
Jadi,,, 1 lagi BUKTI,,, Islam TERBUKTI BENAR!
filsafat pendidikan
filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penerapan prinsip-prinsip filsafat kedalam pendidikan.pendidkan bukan hanya berperan membantu manusia dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan pada umumnya. pendidkan merupkan konsekuensi logis dari filsafat. karena seseorang filosifis selalu berusaha menyebarluaskan paham dan prinsp-prinsip yang dianut, dan untuk mencpai maksud itu ia harus menggunakan sarana pendidikan.filsafat dan pendidikan tidak bisa dipisahkan, keduanya saling bergantung.pendidkan berperan menyebarluaskan filsafat dan mengajarkan kepada orang lain sedangkan filsafat berperan mengarahkan tujuan sistem pendidikan, merumuskan sarana dan metode guna mencapai tujuan tersebut
filsafat timbul karena adanya keheranan. manusia adalah salah satu mahluk yang dapat mengalami keheranan. manusia dapat berdialog dengan dirinya sendiri, menjadikan dirinya menjadi objek keheranan pertanyaan atau pemikiran karena jakjut atau kagum, bercampur heran manusia bertanya-bertanya terus. setiap jawaban mengandung dan mengandung pertanyaan baru.
manusia pada hakikatnya merupakan makhluk pemikir merasa berikap dan berindak. sikap dan tindakanya itu bersumber dari pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan berpikir dan merasa
filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penerapan prinsip-prinsip filsafat kedalam pendidikan.pendidkan bukan hanya berperan membantu manusia dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan pada umumnya. pendidkan merupkan konsekuensi logis dari filsafat. karena seseorang filosifis selalu berusaha menyebarluaskan paham dan prinsp-prinsip yang dianut, dan untuk mencpai maksud itu ia harus menggunakan sarana pendidikan.filsafat dan pendidikan tidak bisa dipisahkan, keduanya saling bergantung.pendidkan berperan menyebarluaskan filsafat dan mengajarkan kepada orang lain sedangkan filsafat berperan mengarahkan tujuan sistem pendidikan, merumuskan sarana dan metode guna mencapai tujuan tersebut
filsafat timbul karena adanya keheranan. manusia adalah salah satu mahluk yang dapat mengalami keheranan. manusia dapat berdialog dengan dirinya sendiri, menjadikan dirinya menjadi objek keheranan pertanyaan atau pemikiran karena jakjut atau kagum, bercampur heran manusia bertanya-bertanya terus. setiap jawaban mengandung dan mengandung pertanyaan baru.
manusia pada hakikatnya merupakan makhluk pemikir merasa berikap dan berindak. sikap dan tindakanya itu bersumber dari pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan berpikir dan merasa
Minggu, 19 Februari 2012
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk
Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
A. Latar
Belakang
Agama memiliki peran
yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam
upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat.
Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka
internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah
keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan
keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan
Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral
sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual mencakup
pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan
nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif
kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan
pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya
mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Islam diberikan dengan
mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk
mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta
bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis,
saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun
sosial. Tuntutan visi ini mendorong dikembangkannya standar kompetesi sesuai
dengan jenjang persekolahan yang secara
nasional ditandai dengan ciri-ciri:
1. lebih menitik
beratkan pencapaian kompetensi secata utuh selain penguasaaan materi;
2. mengakomodasikan
keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia;
3. memberiklan
kebebasan yang lebih luas kepada pendidik di lapangan untuk mengembangkan strategi
dan program pembelajaran seauai dengan kebutuhan dan ketersedian sumber daya
pendidikan.
Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan
manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta
aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan
peradaban bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam
menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup
lokal, nasional, regional maupun global.
Pendidik diharapkan dapat mengembangkan
metode pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Pencapaian seluruh kompetensi dasar perilaku terpuji dapat dilakukan tidak
beraturan. Peran semua unsur sekolah, orang tua siswa dan masyarakat sangat
penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam.
B. Tujuan
Pendidikan Agama Islam di SD/MI
bertujuan untuk:
1. menumbuhkembangkan
akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan,
pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam
sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya
kepada Allah SWT;
2. mewujudkan
manuasia Indonesia yang taat beragama
dan berakhlak mulia yaitu manusia
yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis,
berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan
sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
C. Ruang
Lingkup
Ruang lingkup
Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Al-Qur’an dan
Hadits
2. Aqidah
3. Akhlak
4. Fiqih
5. Tarikh dan
Kebudayaan Islam
Pendidikan Agama Islam menekankan
keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah
SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri
sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
C. Standar
Kompetensi Dan Kompetensi Dasar
Kelas I, semester I
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
1. Menghafal Al Qur’an surat pendek pilihan
|
1.1 Melafalkan QS Al-Fatihah dengan lancar
1.2 Menghafal QS Al-Fatihah dengan lancar
|
Aqidah
2. Mengenal Rukun Iman
|
2.1 Menunjukkan
ciptaan Allah SWT melalui ciptaan-Nya
2.2 Menyebutkan
enam Rukun Iman
2.3 Menghafal enam
Rukun Iman
|
Ahlak
3. Membiasakan perilaku terpuji
|
3.1 Membiasakan
perilaku jujur
3.2 Membiasakan
perilaku bertanggung jawab
3.3 Membiasakan
perilaku hidup bersih
3.4 Membiasakan
perilaku disiplin
|
Fiqih
4. Mengenal tatacara bersuci (thaharah)
|
4.1 Menyebutkan
pengertian bersuci
4.2 Mencontoh tatacara bersuci
|
5. Mengenal Rukun Islam
|
5.1 Menirukan
ucapan Rukun Islam
5.2 Menghafal Rukun
Islam
|
Kelas I, Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
6. Menghafal Al Qur’an surat-surat pendek
pilihan
|
6.1 Menghafal QS Al-Kautsar dengan lancar
6.2 Menghafal QS An-Nashr dengan lancar
6.3 Menghafal QS Al-‘Ashr dengan lancar
|
Aqidah
7. Mengenal dua kalimatsyahadat
|
7.1 Melafalkan
syahadat tauhid dan syahadat rasul
7.2 Menghafal
dua kalimat syahadat
7.3 Mengartikan
dua kalimat syahadat
|
Akhlak
8. Membiasakan perilakuterpuji
|
8.1 Menampilkan
perilaku rajin
8.2 Menampilkan
perilaku tolong-menolong
8.3 Menampilkan
perilaku hormat terhadap orang tua
8.4 Menampilkan
adab makan dan minum
8.5 Menampilkan
adab belajar
|
Fiqih
9. Membiasakan bersuci (thaharah)
|
9.1 Menyebutkan
tata cara berwudlu
9.2 Mempraktekkan
tata cara berwudlu
|
Kelas II, Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
1. Menghafal Al
Qur’an
|
1.1 Mengenal
huruf Hijaiyah
1.2 Mengenal
tanda baca (harakat)
|
Aqidah
2. Mengenal Asmaul
Husna
|
2.1 Menyebutkan
lima dari Asmaul Husna
2.2 Mengartikan
lima dari Asmaul Husna
|
Akhlak
3. Mencontoh
perilaku terpuji
|
3.1 Menampilkan
perilaku rendah hati
3.2 Menampilkan
perilaku hidup sederhana
3.3 Menampilkan
adab buang air besar dan kecil
|
Fiqih
4. Mengenal
tatacara wudhu
5.
Menghafal bacaan shalat
|
4.1 Membiasakan
wudhu dengan tertib
4.2 Membaca
do’a setelah berwudlu
5.1 Melafalkan
bacaan shalat
5.2 Menghafal
bacaan shalat
|
Kelas II,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
6. Membaca Al Qur’an surat pendek pilihan
|
6.1 Membaca
huruf hijaiyah bersambung
6.2 Menulis
huruf hijaiyah bersambung
|
Aqidah
7. Mengenal Asmaul
Husna
|
7.1 Menyebutkan
lima dari Asmaul Husna
7.2 Mengartikan
lima dari Asmaul Husna
|
Akhlak
8. Membiasakan
perilaku terpuji
|
8.1 Mencontohkan perilaku hormat dan
santun kepada Guru
8.2 Menampilkan
perilaku sopan dan santun kepada tetangga
|
Fiqih
9. Membiasakan
shalat secara tertib
|
9.1 Mencontoh
gerakan shalat
9.2 Mempraktekkan
shalat secara tertib
|
Kelas III,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
1. Mengenal kalimat
dalam AlQur’an
|
1.1 Membaca
kalimat dalam Al Qur’an
1.2 Menulis
kalimat dalam Al Qur’an
|
Aqidah
2. Mengenal sifat
wajib Allah
|
2.1 Menyebutkan
lima sifat wajib Allah
2.2 Mengartikan
lima sifat wajib Allah
|
Akhlak
3. Membiasakan
perilaku terpuji
|
3.1 Menampilkan
perilaku percaya diri
3.2 Menampilkan
perilaku tekun
3.3 Menampilkan
perilaku hemat
|
Fiqih
4. Melaksanakan shalat dengan tertib
|
1.1 Menghafal bacaan shalat
1.2 Menampilkan keserasian gerakan dan
bacaan shalat
|
Kelas III,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
5. Mengenal
ayat-ayat AlQur’an
|
5.1 Membaca
huruf Al Qur’an
5.2 Menulis
huruf Al Qur’an
|
Aqidah
6. Mengenal sifat
mustahil Allah
|
6.1 Menyebutkan
sifat mustahil Allah SWT
6.2 Mengartikan
sifat mustahil Allah SWT
|
Akhlak
7. Membiasakan perilaku
terpuji
|
7.1 Menampilkan
perilaku setia kawan
7.2 Menampilkan
perilaku kerja keras
7.3 Menampilkan perilaku penyayang terhadap hewan 7.4
Menampilkan perilaku penyayang terhadap lingkungan
|
Fiqih
8. Melakukan shalat fardhu
|
8.1 Menyebutkan
shalat fardhu
8.2 Mempraktikkan shalat
fardhu
|
Kelas IV,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
1. Membaca surat-surat AlQur’an
|
1.1 Membaca QS
Al-Fatihah dengan lancar
1.2 Membaca QS
Al-Ikhlas dengan lancar
|
Aqidah
2.
Mengenal sifat jaiz AllahSWT
|
2.1 Menyebutkan sifat jaiz Allah SWT
2.2 Mengartikan sifat jaiz Allah SWT
|
Tarikh
3. Menceritakan
kisah Nabi
|
3.1 Menceritakan kisah Nabi Adam AS
3.2 Menceritakan kisah kelahiran Nabi Muhammad
SAW
3.3 Menceritakan perilaku masa kanak-kanak
Nabi
Muhammad SAW
|
Akhlak
4. Membiasakan
perilaku terpuji
Fiqih
5. Mengenal ketentuanketentuan shalat
|
4.1 Meneladani perilaku taubatnya Nabi Adam AS
4.2 Meneladani perilaku masa kanak-kanak Nabi
Muhammad
SAW
5.1 Menyebutkan
rukun shalat
5.2 Menyebutkan
sunnat shalat
5.3 Menyebutkan
syarat sah dan syarat wajib shalat 5.4 Menyebutkan hal-hal yang membatalkan
shalat
|
Kelas IV,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
6. Membaca surat-surat Al Qur’an
|
6.1 Membaca QS
Al-Kautsar dengan lancar
6.2 Membaca QS
An-Nashr dengan lancar
6.3 Membaca QS
Al-‘Ashr dengan lancar
|
Aqidah
7. Mengenal Malaikat dan tugasnya
|
7.1 Menjelaskan
pengertian Malaikat
7.2 Menyebutkan
nama-nama Malaikat
7.3 Menyebutkan
tugas-tugas Malaikat
|
Tarikh
8. Menceritakan kisah Nabi
|
8.1 Menceritakan
kisah Nabi Ibrahim AS
8.2 Menceritakan
kisah Nabi Ismail AS
|
Akhlak
9. Membiasakan
perilaku terpuji
|
9.1 Meneladani
perilaku Nabi Ibrahim AS
9.2 Meneladani
Nabi Ismail AS
|
Fiqih
10. Melaksanakan dzikir dan do’a
|
10.1 Melakukan
dzikir setelah shalat
10.2 Membaca
do’a setelah shalat
|
Kelas V,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
1. Mengartikan Al Qur’an surat pendek pilihan
|
1.1 Membaca QS
Al-Lahab dan Al-Kafirun
1.2 Mengartikan
QS Al-Lahab dan Al-Kafirun
|
Aqidah
2. Mengenal kitab-kitab Allah SWT
|
2.1 Menyebutkan
nama-nama kitab Allah SWT 2.2 Menyebutkan
nama-nama Rasul yangmenerima kitab-kitab Allah SWT
2.3 Menjelaskan
Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir
|
Tarikh
3. Menceritakan
kisah Nabi
|
3.1 Menceritakan
kisah Nabi Ayyub AS
3.2 Menceritakan
kisah Nabi Musa AS
3.3 Menceritakan
kisah Nabi Isa AS
|
Akhlak
4. Membiasakan
perilaku terpuji
|
4.1 Meneladani
perilaku Nabi Ayyub AS
4.2 Meneladani
perilaku Nabi Musa AS
4.3 Meneladani
perilaku Nabi Isa AS
|
Fiqih
5. Mengumandangkan
adzan dan iqamah
|
5.1 Melafalkan
lafal adzan dan iqamah
5.2 Mengumandangkan
adzan dan iqamah
|
Kelas V,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
6. Mengartikan Al Quran Surat pendek pilihan
|
6.1 Membaca QS
Al-Maun dan Al-Fiil
6.2 Mengartikan QS
Al-Maun dan Al-Fiil
|
Aqidah
7. Mengenal Rasul-
Rasul Allah SWT
|
7.1 Menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
7.2 Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul
Azmi dari para Rasul
7.3 Membedakan Nabi dan Rasul
|
Tarikh
8. Menceritakan kisah Sahabat Nabi
|
8.1 Menceritakan
kisah Khalifah Abubakar RA
8.2 Menceritakan
kisah Umar bin Khattab RA
|
Akhlak
9. Membiasakan perilaku terpuji
|
9.1 Meneladani
perilaku Khalifah Abubakar RA
9.2 Meneladani
perilaku Umar bin Khattab RA
|
Fiqih
10. Mengenal puasa
wajib
|
10.1 Menyebutkan ketentuan-ketentuan
puasa Ramadhan
10.2 Menyebutkan hikmah puasa
|
Kelas VI,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
1. Mengartikan Al Qur’an Surat pendek pilihan
|
1.1 Membaca QS
Al-Qadr dan QS Al-‘Alaq ayat 1-5 1.2 Mengartikan QS Al-Qadr dan QS Al-‘Alaq
ayat 1-5
|
Aqidah
2. Meyakini adanya Hari Akhir
|
2.1 Menyebutkan
nama-nama Hari Akhir
2.2 Menjelaskan
tanda-tanda Hari Akhir
|
Tarikh
3. Menceritakan kisah Abu Lahab, Abu Jahal,
dan Musailamah Al Kadzab
|
3.1 Menceritakan
perilaku Abu Lahab dan Abu Jahal 3.2 Menceritakan perilaku Musailamah Al
Kadzab
|
Akhlak
4. Menghindari perilaku tercela
|
4.1 Menghindari perilaku dengki seperti
Abu Lahabdan Abu Jahal
4.2 Menghindari perilaku bohong seperti
Musailamah Al Kadzab
|
Fiqih
5. Mengenal ibadah pada bulan Ramadhan
|
5.1 Melaksanakan
tarawih di bulan Ramadhan
5.2 Melaksanakan
tadarrus Al-Qur’an
|
Kelas VI,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Al Qur’an
6. MengartikanAl Quran Ayat-ayat pilihan
|
6.1 Membaca QS
Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayat 13
6.2 Mengartikan QS
Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayt13
|
Aqidah
7. Meyakini adanya Qadha dan Qadar
|
7.1 Menunjukkan
contoh-contoh Qadha dan Qadar
7.2 Menunjukkan
keyakinan terhadap Qadha dan Qadar
|
Tarikh
8. Menceritakan kisah kaum Muhajirin dan kaum
Anshar
|
8.1 Menceritakan
perjuangan kaum Muhajirin
8.2 Menceritakan
perjuangan kaum Anshar
|
Akhlak
9. Membiasakan perilaku terpuji
|
9.1 Meneladani perilaku kegigihan
perjuangan kaum Muhajirin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta
didik
9.2 Meneladani perilaku tolong-menolong
kaum Anshar dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik
|
Fiqih
10. Mengetahui kewajiban zakat
|
10.1 Menyebutkan
macam-macam zakat
10.2Menyebutkan
ketentuan zakat fitrah
|
D. Arah Pengembangan
Standar
kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan
materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk
penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk madrasah dikembangkan lebih lanjut oleh
Departemen Agama.
Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
A. Latar Belakang
Bahasa memiliki peran sentral dalam
perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan
penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran
bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan
budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam
masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan
kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.
Pembelajaran
bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk
berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan
maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan
manusia Indonesia.
Standar
kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan
minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan
berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar
kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal,
regional, nasional, dan global.
Dengan
standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan:
1. Peserta didik
dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan minatnya,
serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil
inteluktual bangsa sendiri.
2. Guru dapat
memusatan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan
menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar.
3. Guru lebih
mandiri dan leluasa dalam menantukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan
sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya.
4. Orang tua dan
masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan
kesastraan di sekolah
5. Sekolah dapat
menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan
keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia.
6. Daerah dapat
menentukan bahan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah
dengan tetap mempehatikan kepentingan sosial.
B. Tujuan
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Berkomunikasi
secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan
maupun tulisan.
2. Menghargai
dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasapersatuan dan bahasa negara.
3. Memahami
bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai
tujuan.
4. Menggunakan
bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan
intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
5. Menikmati dan
memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti,
serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
6. Menghargai
dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual
manusia Indonesia.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup
mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan
kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca
4. Menulis.
Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta
didik telah membaca sekurang-kurangnya sembilan buku sastra dan nonsastra.
D. Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Kelas I, Semester 1
Standar
kompetensi
|
Kompetensi dasar
|
Mendengarkan
1. memahami bunyi bahasa, perintah, dan dongen
yang dilisankan
|
1.1 Membedakan
berbagai bunyi bahasa
1.2 Melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah
atau petunjuk sederhana
1.3 Menyebutkan tokoh dalam cerita
|
Berbicara
2.
Mengungkapkan
pikiran, perasaan, dan informasi, secara lisan dengan perkenalan dan tegur
sapa, pengenalan benda dan fungsi anggota tubuh, dan deklamasi
|
2.1.
Memperkenalkan diri dengan kalimat sederhana dengan bahasa yang santun.
2.2. Menyapa orang
lain dengan menggunakan kalimat sapaan yang tepat dan bahasa yang santun
2.3 Mendiskripsikan benda-benda di sekitar dan
fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana.
2.4. Mendeklamasikan
puisi anak dengan lafal dan intonasi yang sesuai
|
Membaca
3. Memahami
teks pendek dan membaca nyaring.
|
3.1. Membaca nyaring
suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
3.2. Membaca nyaring
kalimat sederhan dengan lafal dan intonasi yang tepat.
|
Menulis
4.
Menulis permulaan dengan menjiplak,
menebalkan, mencontoh, melengkapi dan menyalin.
|
4.1. Menjiplak
berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf.
4.2 Menebalkan berbagai bentuk gambar,
lingkaran, dan bentuk huruf.
4.3 Mencontoh huruf, kata dan kalimat sederhana
dari buku atau papan tulis dengan benar.
4.4. Melengkapi kalimat yang belum selesai
berdasarkan gambar.
4.5. Menyalin puisi anak sederhana dengan huruf
lepas
|
Kelas I, Semester 2
Standar
kompetensi
|
Kompetensi dasar
|
Mendengarkan
5.
Memahami
wcna lisan tentang deskrripsi benda-beda disekitar dan dongeng
|
5.1. Mengulang
deskripsi tentang benda-benda di sekitar
5.2.
Menyebutkan isi dongeng
|
Berbicara
6.
Mengungkapkan
pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar, percakapan
sederhana, dan dongeng
|
6.1.
Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan
bahasa yang mudah dimengerti
6.2.
Melakukan percakapan
sederhana dengan menggunakan kalimat dan kosakata yang sudah dikuasai.
6.3.
Menyampaikan rasa suka atau tidak suka tentang suatu hal atau kegiatan dengan alasan
sederhana
.
6.4.
Memerankan tokoh dongeng atau cerita rakyat yang disukai
dengan ekspresi yang sesuai
|
Menbaca
7.
Memahami
teks pendek dengan membaca lancar dan membaca puisi anak
|
7.1.
Membaca
lancar beberapa kalimat sederhana yang terdiri atas 3-5 kata dengan intonasi yang tepat
7.2.
Membaca puisi anak yang terdiri atas 2-4 baris dengan lafal dan intonasi
yang tepat
|
Menulis
8.
Menulis
Permulaan dengan huruf tegak bersambung melalui kegiatan dikte dan menyalin.
|
8.1. Menulis kalimat sederhana
yang didiktekan guru dengan huruf tegak bersambung.
8.2.
Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung
|
Kelas II,
Semester 1
Standar
kompetensi
|
Kompetensi dasar
|
Mendengarkan
1.
Memahami teks pendek dan puisi anak yang dilisankan
|
1.1, Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau
kalimat
sendiri isi teks pendek
1.2. Mendeskripsikan isi puisi
|
Berbicara
2. Mengungkapkan
pikiran,
perasaan, dan pengalaman secara lisan melalui kegiatan bertanya, bercerita,
dan deklamasi.
|
2.1.
Bertanya kepada orang lain dengan
menggunakan pilihan kata
yang tepat dan santun berbahasa
2.2.
Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain
2.3.
Mendeklamasikan puisi dengan
ekspresi yang tepat
|
Membaca
3. Memahami
teks pendek dengan membaca lancar dan membaca puisi anak
|
3.1.
Menyimpulkan isi teks pendek (10-15 kalimat)
yang dibaca
dengan membaca lancar
3.2.
Menjelaskan isi puisi anak yang dibaca
|
Menulis
4.
Menulis permulaan
melalui kegiatan melengkapi cerita dan dikte
|
4.1 Melengkapi cerita sederhana dengan kata
yang tepat
4.2. Menulis
kalimat sederhana yang didiktekan guru
dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan
penggunaan huruf kapital dan tanda titik
|
Kelas II,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi dasar
|
Mendengarkan
5. Memahami pesan
pendek dan dongeng yang dilisankan
|
5.1 Menyampaikan pesan pendek yang didengarnya
kepada orang lain
5.2. Menceritakan kembali isi dongeng yang
didengarnya
|
Berbicara
6. Mengungkapkan secara
lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dan bercerita
|
6.1.
Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar sesuai
ciri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain
6.2.
Menceritakan kembali cerita
anak yang didengarkan dengan menggunakan kata-kata sendiri
|
Membaca
7. Memahami ragam wacana tulis dengan
membaca nyaring dan membaca dalam hati
|
7.1 Membaca nyaring teks (15-20 kalimat) dengan memperhatikan lafal dan intonasi
yang tepat
7.2
Menyebutkan isi teks agak panjang (20-25 kalimat) yang dibaca dalam
hati
|
Menulis
8. Menulis permulaan dengan
mendeskripsikan benda di sekitar dan
menyalin puisi anak
|
8.1. Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana
dengan bahasa tulis
8.2 Menyalin puisi anak dengan huruf tegak
bersambung yang rapi
|
Kelas III,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi dasar
|
Mendengarkan
1. Memahami penjelasan tentang petunjuk
dan cerita anak yang dilisankan
|
1.1
Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara
lisan
1.2 Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang
disampaikan secara lisan
|
Berbicara
2. Mengungkapkan pikiran,
perasaan, pengalaman, dan petunjuk dengan bercerita dan
memberikan tanggapan/saran
|
2.1 Menceritakan pengalaman yang mengesankan
dengan menggunakan kalimat yang runtut
dan mudah dipahami
2.2 Menjelaskan urutan membuat atau melakukan
sesuatu dengan kalimat yang runtut dan mudah dipahami
2.3 Memberikan tanggapan dan saran sederhana
terhadap suatu masalah dengan menggunakan kalimat yang runtut dan pilihan
kata yang tepat
|
Membaca
3. Memahami teks dengan
membaca nyaring, membaca intensif, dan membaca dongeng
|
3.1 Membaca nyaring teks (20-25 kalimat)
dengan lafal dan intonasi yang tepat
3.2
Menjelaskan isi teks (100- 150 kata) melalui membaca intensif
3.3 Menceritakan isi dongeng yang dibaca
|
Menulis
4. Mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi
dalam bentuk paragraf dan puisi
|
4.1 Menyusun paragraf berdasarkan bahan
yang tersedia dengan memperhatikan penggunaan ejaan
4.2 Melengkapi puisi anak berdasarkan gambar
|
Kelas III,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Standar Kompetensi
|
Mendengarkan
5. Memahami cerita dan teks drama anak yang dilisankan
|
5.1 Memberikan tanggapan sederhana tentang
cerita pengalaman teman yang didengarnya
5.2 Menirukan dialog dengan ekspresi yang
tepat dari pembacaan teks drama anak
yang didengarnya
|
Berbicara
6. Mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan pengalaman secara lisan dengan bertelepon dan bercerita
|
6.1 Melakukan percakapan melalui telepon/alat
komunikasi sederhana dengan menggunakan kalimat ringkas
6.2 Menceritakan peristiwa yang pernah dialami, dilihat, atau
didengar
|
Membaca
7.
Memahami teks dengan membaca intensif (150200 kata) dan membaca
puisi
|
7.1 Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang
(150-200 kata) yang dibaca secara
intensif
7.2 Membaca puisi dengan lafal, intonasi, dan
ekspresi yang tepat
|
Menulis
8. Mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi
|
8.1 Menulis
karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan
kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital, dan
tanda titik
8.2 Menulis puisi berdasarkan gambar dengan
pilihan kata yang menarik
|
Kelas IV,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
1. Mendengarkan penjelasan tentang
petunjuk denah dan simbol daerah/lambang korps
|
1.1
Membuat gambar/denah berdasarkan penjelasan yang didengar
1.2 Menjelaskan kembali secara lisan atau
tulis penjelasan tentang simbol daerah/lambang korps
|
Berbicara
2. Mendeskripsikan secara lisan tempat
sesuai denah dan petunjuk penggunaan suatu alat
|
2.1 Mendeskripsikan tempat sesuai dengan denah
atau gambar dengan kalimat yang runtut
2.2 Menjelaskan petunjuk penggunaan suatu alat dengan bahasa yang baik dan
benar
|
Membaca
3. Memahami teks agakpanjang (150-200
kata), petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi
|
3.1 Menemukan pikiran pokok teks agak panjang
(150-200 kata) dengan cara membaca sekilas
3.2
Melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk pemakaian yang dibaca
3.3 Menemukan makna dan informasi secara
tepat dalam kamus/ensiklopedi
melalui membaca memindai
|
Kelas IV,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
5. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan
pantun
|
5.1 Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan
5.2 Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan
intonasi yang tepat
|
Berbicara
6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi dengan berbalas pantun dan bertelepon
|
6.1 Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi
yang tepat
6.2 Menyampaikan pesan yang diterima melalui
telepon sesuai dengan isi pesan
|
Membaca
7. Memahami teks melalui
membaca intensif, membaca nyaring, dan membaca pantun
|
7.1 Menemukan kalimat utama pada tiap paragraf melalui membaca
intensif
7.2 Membaca nyaring suatu pengumuman dengan
lafal dan intonasi yang tepat
7.3 Membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi
yang tepat
|
Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi secara tertulis dalam
bentuk karangan, pengumuman, dan
pantun anak
|
8.1 Menyusun
karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan
penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll.)
8.2 Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik
dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan
8.3 Membuat pantun anak yang menarik tentang
berbagai tema (persahabatan, ketekunan, kepatuhan, dll.) sesuai dengan
ciri-ciri pantun
|
Kelas V,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
1. Memahami penjelasan narasumber dan cerita
rakyat secara lisan
|
1.1
Menanggapi penjelasan narasumber
(petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan
santun berbahasa
1.2
Mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang
didengarnya
|
Berbicara
2. Mengungkapkan pikiran, pendapat,
perasaan, fakta secara lisan dengan
menanggapi suatu persoalan,
menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara
|
2.1 Menanggapi
suatu persoalan atau peristiwa dan
memberikan saran pemecahannya
dengan
memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
2.2 Menceritakan hasil pengamatan/kunjungan dengan bahasa runtut, baik, dan benar
2.3 Berwawancara sederhana dengan
narasumber (petani, pedagang, nelayan,
karyawan, dll.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
|
Membaca
3. Memahami teks dengan
membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata/menit, dan
membaca puisi
|
3.1 Membaca
teks percakapan dengan lafal dan intonasi yang tepat
3.2 Menemukan gagasan utama suatu teks yang
dibaca dengan kecepatan 75 kata per
menit
3.3 Membaca
puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat
|
Menulis
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan,
informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis
|
4.1 Menulis karangan berdasarkan pengalaman
dengan memperhatikan pilihan kata dan
penggunaan ejaan
4.2 Menulis surat undangan (ulang tahun, acara
agama, kegiatan sekolah, kenaikan kelas, dll.) dengan kalimat efektif dan
memperhatikan penggunaan ejaan
4.3 Menulis dialog
sederhana antara dua atau tiga tokoh
dengan memperhatikan isi serta perannya
|
Kelas V, Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
5. Memahami cerita tentang suatu
peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan
|
5.1 Menanggapi cerita tentang peristiwa yang terjadi di sekitar yang disampaikan secara lisan
5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh,
tema, latar,Amanat)
|
Berbicara
6. Mengungkapkan pikiran
dan perasaan secara lisan
dalam diskusi dan bermain drama
|
6.1 Mengomentari persoalan faktual disertai alasan yang
mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
6.2 Memerankan tokoh drama dengan lafal,
intonasi, dan ekspresi yang tepat
|
Membaca
7. Memahami teks dengan
membaca sekilas, membaca memindai, dan membaca cerita anak
|
7.1 Membandingkan isi dua teks yang dibaca dengan membaca
sekilas
7.2 Menemukan informasi secara cepat dari
berbagai
teks khusus (buku petunjuk telepon, jadwal perjalanan, daftar
susunan acara, daftar menu, dll.) yang dilakukan melalui membaca
memindai
7.3 Menyimpulkan isi cerita anak dalam
beberapa kalimat
|
Menulis
8. Mengungkapkan ikiran, perasaan,
informasi, dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan, laporan,
dan puisi bebas
|
8.1 Meringkas isi buku yang dipilih sendiri dengan
memperhatikan penggunaan ejaan
8.2 Menulis laporan pengamatan atau kunjungan
berdasarkan tahapan (catatan, konsep awal,
perbaikan, final) dengan memperhatikan penggunaan ejaan
8.3 Menulis puisi bebas dengan pilihan kata
yang tepat
|
Kelas VI,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
1. Memahami teks dan cerita anak yang
dibacakan
|
1.1
Menulis hal-hal penting/pokok dari suatu teks yang
dibacakan
1.2 Mengidentifikasi tokoh, watak , latar,
tema atau amanat dari cerita anak yang dibacakan
|
Berbicara
2. Memberikan informasi dan tanggapan
secara lisan
|
2.1 Menyampaikan pesan/informasi yang diperoleh dari
berbagai media dengan bahasa yang
runtut, baik dan benar
2.2 Menanggapi (mengkritik/memuji) sesuatu hal disertai alasan dengan
menggunakan bahasa yang santun
|
Membaca
3. Memahami teks dengan membaca intensif
dan membaca sekilas
|
3.1 Mendeskripsikan isi dan teknik penyajian
suatu laporan hasil pengamatan/kunjungan
3.2 Menanggapi informasi dari
kolom/rubrik khusus (majalah anak,
koran, dll.)
|
Menulis
4. Mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk formulir,
ringkasan, dialog, dan parafrase
|
4.1 Mengisi formulir (pendaftaran, kartu
anggota, wesel pos, kartu pos, daftar
riwayat hidup, dll.) dengan benar
4.2 Membuat ringkasan dari teks yang dibaca
atau yang didengar
4.3 Menyusun percakapan tentang berbagai topik
dengan memperhatikan penggunaan ejaan
4.4 Mengubah puisi ke
dalam bentuk prosa dengan tetap memperhatikan makna puisi
|
Kelas VI, Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
5. Memahami wacana lisan tentang
berita dan drama pendek
|
5.1 Menyimpulkan isi berita yang didengar dari televisi atau
radio
5.2 Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan
|
Berbicara
6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi dengan berpidato, melaporkan
isi buku, dan baca puisi
|
6.1 Berpidato atau presentasi untuk berbagai
keperluan (acara perpisahan, perayaan ulang tahun, dll.) dengan lafal, intonasi, dan sikap yang tepat
6.2 Melaporkan isi buku
yang dibaca (judul, pengarang, jumlah halaman, dan isi) dengan kalimat
yang runtut
6.3 Membacakan puisi karya sendiri dengan ekspresi yang tepat
|
Membaca
7. Memahami teks dengan
membaca intensif dan membaca teks drama
|
7.1 Menemukan makna tersirat suatu teks
melalui membaca intensif
7.2 Mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh, sifat, latar, tema, jalan cerita,
dan amanat) dari teks drama anak
s
|
Menulis
8. Mengungkapkan pikiran
dan informasi secara
tertulis dalam bentuk naskah pidato
dan surat resmi
|
8.1 Menyusun naskah pidato/sambutan
(perpisahan,
ulang tahun, perayaan sekolah, dll.) dengan bahasa yang baik dan benar,
serta memperhatikan penggunaan ejaan
8.2 Menulis surat resmi dengan memperhatikan
pilihan kata sesuai dengan orang yang dituju
|
E. Arah
Pengembangan
Standar
kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan
materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk
penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.
Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah
Ibtidaiyah (MI)
A. Latar
Belakang
Bahasa
memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional
peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua
bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal
dirinya, budayanya, dan budaya orang lain. Selain itu, pembelajaran bahasa juga
membantu peserta didik mampu mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi
dalam masyarakat, dan bahkan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan
imaginatif yang ada dalam dirinya. Bahasa
Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis.
Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan,
dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan
berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni
kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang
direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan,
berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan
untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh
karena itu, mata pelajaran Bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan
keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan
berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu.
Tingkat
literasi mencakup performative, functional,
informational, dan epistemic. Pada tingkat performative,
orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol
yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual
atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses
pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic
orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells,1987).
Sehubungan
dengan hal tersebut, perlu ditetapkan standar kompetensi bahasa Inggris bagi
SD/MI yang menyelenggarakan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai muatan lokal.
Kompetensi lulusan SD/MI tersebut selayaknya merupakan kemampuan yang
bermanfaat dalam rangka menyiapkan lulusan untuk belajar bahasa Inggris di
tingkat SMP/MTs. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan berinteraksi dalam
bahasa Inggris untuk menunjang kegiatan kelas dan sekolah.
Pendidikan
bahasa Inggris di SD/MI dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa
yang digunakan untuk menyertai tindakan atau language accompanying action.
Bahasa Inggris digunakan untuk interaksi dan bersifat “here and now”.
Topik pembicaraannya berkisar pada hal-hal yang ada dalam konteks situasi.
Untuk mencapai kompetensi ini, peserta didik perlu dipajankan dan dibiasakan
dengan berbagai ragam pasangan bersanding (adjacency pairs) yang
merupakan dasar menuju kemampuan berinteraksi yang lebih kompleks.
B. Tujuan
Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SD/MI
bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Mengembangkan
kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan secara terbatas untuk mengiringi tindakan (language
accompanying action) dalam konteks sekolah
2. Memiliki kesadaran tentang hakikat dan
pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat
global
C. Ruang
Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa
Inggris di SD/MI mencakup kemampuan berkomunikasi lisan secara terbatas dalam
konteks sekolah, yang meliputi aspekaspek sebagai berikut.
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca
4. Menulis.
ketrampilan menulis dan membaca
diarahkan untuk menunjang pembelajaran
komunikasi lisan.
D. Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Kelas IV,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
1. Memahami instruksi sangat sederhana
dengan tindakan dalam konteks kelas
|
1.1 Merespon
dengan melakukan tindakan sesuai instruksi secara berterima dalam konteks
kelas
1.2 Merespon
instruksi sangat sederhana secara verbal dalam konteks kelas
|
Berbicara
2. Mengungkapkan
instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks kelas
|
2.1 Bercakap-cakap untuk menyertai
tindakan
secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengenalkan diri,
memberi salam/sapaan, memberi salam perpisahan, dan memberi abaaba
2.2 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan,
meminta barang, dan memberi barang
2.3 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: berterima kasih,
meminta maaf, memberi maaf, melarang, memuji, dan mengajak
2.4 Mengungkapkan kesantunan secara
berterima yang melibatkan ungkapan: thank you, sorry, please, dan excuse
me
|
Membaca
3. Memahami tulisan bahasa Inggris sangat
sederhana dalam konteks kelas
|
3.1 Membaca nyaring dengan melafalkan
alfabet dan ucapan yang tepat yang melibatkan kata, frasa, dan kalimat sangat
sederhana
3.2 Memahami kalimat dan pesan
tertulis sangat sederhana
|
Menulis
4 Mengeja dan menyalin tulisan bahasa
Inggris sangat sederhana dalam konteks kelas
|
4.1 Mengeja ujaran bahasa Inggris sangat
sederhana secara tepat
dan berterima dengan tanda baca yang benar yang melibatkan kata, frasa, dan
kalimat sangat sederhana
4.2 Menyalin tulisan bahasa Inggris sangat
sederhana secara tepat dan berterima
seperti: ucapan selamat dan pesan tertulis
|
Kelas IV,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
5. Memahami instruksi sangat
sederhana dengan tindakan dalam
konteks kelas
|
5.1 Merespon dengan melakukan tindakan
sesuai dengan instruksi secara berterima dalam konteks kelas dan dalam
berbagai permainan
5.2 Merespon instruksi sangat sederhana
secara verbal
|
Berbicara
6. Mengungkapkan instruksi dan informasi
sangat sederhana dalam konteks kelas
|
6.1 Menirukan ujaran dalam ungkapan sangat
sederhana secara berterima
6.2 Bercakap-cakap untuk menyertai
tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh
melakukan sesuatu dan memberi aba-aba
6.3 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan,
meminta barang, memberi barang
6.4 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta ijin,
memberi ijin, menyetujui, tidak menyetujui, menyangkal, dan meminta kejelasan
6.5 Mengungkapkan kesantunan secara
berterima yang melibatkan ungkapan: thank you, sorry, please, dan excuse
me
|
Membaca
7. Memahami tulisan bahasa Inggris sangat
sederhana dalam konteks kelas
|
7.1 Membaca
nyaring dengan ucapan yang tepat dan berterima yang melibatkan: kata, frasa,
dan kalimat sangat sederhana
7.2 Memahami kalimat dan pesan
tertulis sangat sederhana
|
Menulis
8. Mengeja dan menyalin tulisan bahasa
Inggris sangat sederhana dalam konteks kelas
|
8.1 Mengeja ujaran bahasa Inggris sangat
sederhana secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang benar yang
melibatkan: kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana
8.2 Menyalin tulisan bahasa Inggris sangat
sederhana secara tepat dan berterima
seperti ucapan selamat dan pesan tertulis
|
Kelas V,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
1. Memahami instruksi sangat sederhana
dengan tindakan dalam konteks sekolah
|
1.1 Merespon instruksi sangat sederhana
dengan tindakan secara berterima dalam konteks kelas dan sekolah
1.2 Merespon instruksi sangat sederhana
secara verbal
|
Berbicara
2. Mengungkapkan instruksi dan informasi
sangat sederhana dalam konteks sekolah
|
2.1 Bercakap-cakap untuk menyertai
tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh
melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk
2.2 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan,
memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang
2.3 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengenalkan diri,
mengajak, meminta ijin, memberi ijin, menyetujui, tidak menyetujui, dan
melarang
2.4 Mengungkapkan kesantunan secara
berterima yang melibatkan ungkapan: Do you mind … dan Shall we …
|
Membaca
3. Memahami tulisan bahasa Inggris dan
teks deskriptif bergambar sangat sederhana dalam konteks sekolah
|
3.1 Membaca nyaring dengan ucapan,
tekanan, dan intonasi secara tepat dan berterima yang melibatkan: kata,
frasa, dan kalimat sangat sederhana
3.2 Memahami kalimat, pesan tertulis dan
teks deskriptif bergambar sangat sederhana secara tepat dan berterima
|
Menulis
4. Mengeja dan menyalin kalimat sangat
sederhana dalam konteks sekolah
|
4.1 Mengeja kalimat sangat sederhana
secara tepat dan berterima
4.2 Menyalin dan menulis kalimat sangat
sederhana secara tepat dan berterima seperti: ucapan selamat, ucapan terima
kasih, dan undangan
|
Kelas V,
Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
5. Memahami instruksi sangat sederhana
dengan tindakan dalam konteks sekolah
|
5.1 Merespon instruksi sangat sederhana
dengan tindakan secara berterima dalam konteks sekolah
5.2 Merespon instruksi sangat sederhana
secara verbal
|
Berbicara
6. Mengungkapkan instruksi dan informasi
sangat sederhana dalam konteks sekolah
|
6.1 Bercakap-cakap untuk menyertai
tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh melakukan sesuatu, memberi
aba-aba, dan memberi petunjuk
6.2 Bercakap-cakap
untuk meminta/memberi
jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur:
meminta bantuan, memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang
6.3 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi informasi,
memberi pendapat, dan meminta kejelasan
6.4 Mengungkapkan kesantunan secara
berterima yang melibatkan ungkapan: do you mind ... dan Shall we
|
Membaca
7. Memahami tulisan bahasa Inggris sangat
sederhana dalam konteks sekolah
|
7.1 Membaca nyaring dengan ucapan,
tekanan, dan
intonasi secara tepat dan berterima yang melibatkan: kata, frasa, kalimat
sangat sederhana, dan teks sangat sederhana
7.2 Memahami kalimat, pesan tertulis dan
teks deskriptif bergambar sangat sederhana secara tepat dan berterima
|
Menulis
8. Mengeja dan menyalin kalimat sangat
sederhana dalam konteks sekolah
|
8.1 Mengeja kalimat sangat sederhana
secara tepat dan berterima
8.2 Menyalin dan menulis kalimat sangat
sederhana
secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang tepat seperti:
ucapan selamat, ucapan terima kasih, dan ucapan simpati
|
Kelas VI,
Semester 1
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
1. Memahami instruksi dan informasi sangat sederhana baik secara
tindakan maupun bahasa dalam konteks
sekitar peserta didik
|
1.1 Merespon instruksi sangat sederhana
dengan tindakan secara berterima dalam kegiatan di dalam dan luar kelas
1.2 Merespon instruksi sangat sederhana
dengan tindakan secara berterima dalam berbagai permainan
1.3 Memahami cerita lisan secara berterima
dengan bantuan gambar
|
Berbicara
2. Mengungkapkan
instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks sekitar
peserta didik
|
2.1 Bercakap-cakap untuk menyertai
tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh
melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk
2.2 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan,
memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang
2.3 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengingatkan,
menyatakan suka / tidak suka, menanyakan jumlah, menanyakan keadaan, memberi
komentar, memberi pendapat, dan mengusulkan
2.4 Mengungkapkan kesantunan secara
berterima yang melibatkan ungkapan:Would you plese ... dan May I
...
|
Membaca
3. Memahami teks fungsional pendek dan deskriptif bergambar
sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik
|
3.1 Membaca nyaring teks fungsional pendek
sangat seder-hana dengan ucapan dan intonasi yang tepat dan berterima
s3.2 Memahami teks deskriptif bergambar
sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik
|
Menulis
4. Menulis teks fungsional pendek sangat sederhana
dalam konteks sekitar peserta didik
|
4.1 Menulis teks fungsional pendek sangat
sederhana secara berterima
4.2 Menulis kartu-kartu ucapan sangat
sederhana secara berterima
|
Kelas VI, Semester 2
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mendengarkan
5. Memahami instruksi dan informasi sangat sederhana baik dengan
tindakan maupun bahasa dalam
konteks sekitar peserta didik
|
5.1 Merespon instruksi dan informasi sangat
sederhana baik dengan tindakan maupun bahasa secara berterima di
dalam dan luar kelas
5.2 Merespon instruksi dan informasi sangat
sederhana baik dengan tindakan maupun bahasa secara berterima dalam berbagai
permainan
5.3 Memahami cerita lisan sangat sederhana
dengan bantuan gambar
|
Berbicara
6. Mengungkapkan instruksi dan informasi
sangat sederhana dalam konteks sekitar
peserta didik
|
6.1 Bercakap-cakap untuk menyertai
tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutu: memberi contoh
melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk
6.2 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutu: meminta bantuan,
memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang
6.3 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengungkapkan
perasaan, merespon ungkapan, mengungkapkan keraguan, menanyakan, dan meminta
kejelasan
6.4 Mengungkapkan kesantunan secara
berterima yang melibatkan ungkapa: Would you please ... dan May I
...
|
Membaca
7. Memahami teks fungsional pendek dan deskriptif bergambar
sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik
|
7.1 Membaca nyaring teks fungsional pendek
sangat sederhana dengan ucapan dan intonasi yang tepat dan berterima
7.2 Memahami teks deskriptif bergambar
sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik
7.3 Memahami
teks naratif bergambar sangat
Sederhana
|
Menulis
8. Menulis teks fungsional pendek sangat sederhana
dalam konteks sekitar peserta didik
|
8.1 Menulis teks fungsional pendek sangat
sederhana secara berterima dalam konteks sekitar peserta didik
8.2 Menulis kartu-kartu ucapan sederhana
secara berterima
|
E.
Arah Pengembangan
Standar
kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan
materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk
penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.


03.02
Unknown