Jumat, 24 Februari 2012

Tes

Tes

Senin, 20 Februari 2012

 juara satu sains di takalar
               saat melakukan pendataan ke seluruh Pelajar di SMA Negeri 1 Takalar untuk salah satu Riset. kami mendapati satu fakta mencengangkan tentang kehidupan sekian ratus Pelajar di SMA Negeri 1 Takalar yang ternyata diam dalam kesusahannya selama ini. untuk memastikan kebenaran data-data tersebut, kami melakukan interview secara langsung kepada mereka dan orang-orang terdekat mereka serta tulisan-tulisan yang mereka kirimkan kepada kami. Dan salah satunya adalah Sang Juara Sains atas nama Reska Anugrah. setelah dinyatakan data valid, kami sepakat untuk membantu dengan donasi dari para donatur yang berhati mulia untuk membantu meringankan sedikit beban yang menggantung dipundaknya.
berikut Tulisan tangannya yang telah kami ketik untuk dipublish.

Nama lengkapku adalah Reska Anugrah lahir pada tanggal 14 November 1994 sebagai anak pertama dari keluarga petani sederhana. Aku adalah anak pertama dari 4 orang bersaudara. Aku memiliki 3 orang adik. Ayah dan ibuku adalah petani penggarap sawah di kabupaten Pinrang. Karena kesulitan
Walaupun aku tinggal dengan tanteku, aku tak ingin terlalu merepotkannya. Biasanya setiap 3 bulan aku meminta pembayaran SPP ke orang tuaku. Tapi setahun terakhir ini, orang tuaku tidak mampu lagi mengirim pembayaran SPP karena di kabupaten Pinrang saat ini mengalami kekeringan dan orang tuaku yang hanya bekerja sebagai petani selalu gagal panen. Aku sangat mengerti dengan kondisi orang tuaku saat ini. Bukan hanya aku yang harus dibiayai oleh orang tuaku. adik-adikku juga sama seperti aku, membutuhan biaya pendidikan dan biaya hidup. Untuk menghidupi keluargaku ayah dan ibuku kadang berhutang kemana-mana. Gagal panen juga berarti orang tuaku harus menambah utang untuk bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi yang sangat lemah.ekonomi keluargaku, beliau akhirnya memutuskan untuk mengirimku ke kabupaten Takalar dan tinggal bersama tanteku. Di kabupaten Takalar ini, aku melanjutkan sekolah dengan penuh keterbatasan fasilitas dan sarana. Sekarang aku tinggal bersama seorang tante yang merupakan tulang punggung buat keluarganya. Tidak hanya itu, tanteku yang hanya berprofesi sebagai seorang guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) dan merupakan Single parents buat keluarganya.
Tanteku adalah seorang single parents yang harus menghidupi keluarganya, orang tuanya, anak-anaknya, beberapa orang saudaranya dan juga sejak kepindahanku dari kabupaten Pinrang ke kabupaten Takalar, tanteku juga harus menghidupiku selama tinggal bersamanya. Pengeluaran tanteku yang sangat tidak sedikit membuatku merasa berat jika harus selalu merepotkannya apalagi untuk membayar uang sekolahku yang tidak sedikit. Karena kondisi ekonomi orang tuaku yang begitu memprihatinkan ditambah dengan baru-baru ini aku mendapat kabar kalau orang tuaku gagal panen lagi, aku sangat takut semester ini harus menanggalkan seragam sekolahku karena tak lagi punya uang untuk membayar SPP. Aku tak lagi berharap kiriman orang tuaku yang ku tahu jauh disana beliau juga kesulitan. Jangankan untuk membayar sekolah adik-adikku. Beliau juga kesulitan untuk membiayai kebutuhan primer keluarga kami.
Putus sekolah berarti mengharuskanku mengubur semua angan dan impian yang kumiliki. Aku harus menutup seluruh rute yang selama ini ku susun untuk mencapai gerbang cita-citaku. Jika aku putus sekolah berarti tak ada lagi gunanya semua prestasi yang telah kuukir selain hanya menjadi kenangan yang mengharukan. Selama SMA berikut prestasi yang pernah aku raih
  • Menjadi juara 1 kompetisi EMAS bidang mate-matika 2010
  • Menjadi juara 2 kompetisi EMAS bidang Kimia 2010
  • Menjadi juara 3 lomba MIPA+bahasa Indonesia+Bahasa Inggris (SIMETRIS) se-kabupaten Takalar
  • Dan menjadi Juara 1 Lomba Sains Olmpiade bidang Kimia tingkat kabupaten Takalar
Aku hanya berharap semua kekhawatiranku tidak terjadi. Aku sangat ingin meraih semua mimpi yang kugantungkan di langit kehidupanku. Aku ingin meraih cita itu untuk membahagiakan orang tuaku. aku ingin sukses dan bisa membiayai adik-adikku dan menyekolahkan mereka setinggi-tingginya. Aku ingin menghapus air mata dan keringat orang tuaku dengan semua kesuksesan yang aku raih. Aku ingin tetap bersekolah.
Semoga ada manusia-manusia baik yang bisa mengenalku dan mengenal seluruh potensi yang kumiliki. Mengizinkanku untuk tetap bersekolah dan mengasah terus kemampuan yang kumiliki agar suatu hari nanti aku bisa membuat tanteku tersenyum bangga dan bisa membuat orang tuaku menangis bahagia.
Salam berjuta mimpi dariku
Reska Anugrah
SMA Negeri 1 Takalar

perasaan

             pada suatu malam aku terus membayangi dirimu tubuhmu dan semua yang saya bisa lihat dari bayangan dirimu dan yang  pertama kalinya kita ketemu dan bayangan di dalam sebuah poto mu, walaupun potonya tidak bisa dipegan tetap aku bisa membayangimu baik dalam mimpi atau dalam pandangan poto mu,  dan wajahmu tidak bisa di lupaka begitu saja oh.......cinta ku
            apakah ini dinamakan sebuah cinta kita terus membayangi yang kita cintai  apakah ini perasaan yang diberikan kepada saya untuk mencintai seseorang, dan saat ini aku masih bingung apa yang saya akan lakukan....................................................


SEJARAH SINGKAT MAUDU BARAKKAKA RI GALESONG
           Mengenai kapan tepatnya Pelaksanaan MAUDU BARAKKAKA RI GALESONG (Maulid Berkah Di Galesong). Menurut cerita turun-temurun dalam keluarga Daengta Mangindara bahwa suatu hari bertepatan dengan hari Jumat 21 Rabiul Awal 1062 Hijriyah tahun 1641 Masehi, ada seorang dari arah pantai dan bertanya kepada warga, “Yang mana rumah pemerintah disini? Maka ditunjukkanlah rumah Daengta Mangindara Muhammad Ali Daeng Sitaba, (Keturunan Bangsawan dari Sanrobone), orang ini bermaksud melaksanakan Shalat Jum'at, setelah shalat orang tersebut bercerita singkat bahwa saya hendak menuju ke Topejawa atas perintah Sombaya Ri Gowa (Raja Gowa)Sultan Malikussaid/Muhammad Said ayah kandung Sultan Hasanuddin untuk mengajarkan tauhid dan mengislamkan sekelompok orang yang masih kafir di tanah Topejawa tersebut. Orang tersebut mengaku bernama SAYYED JALALUDDIN AL AIDID DARI ACEH, sebelum pamit orang tersebut meminta kepada Daengta Mangindara agar melaksanakan Maudu karena kedatangannya bertepatan dengan Bulan Rabiul Awal, kemudian Daengta bertanya apa itu MAUDU kemudian dijelaskan bahwa MAUDU itu adalah wujud/bukti kecintaan ummat Islam kepada Rasulullah SAW sebagaimana Allah SWT dan para malaikat juga cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW, kemudian orang tersebut pamitan dengan memberi salam kemudian kembali menuju ke pantai diantar oleh Daengta Mangindara kemudian orang tersebut menghamparkan Jubanya/sejadah kemudian jubah/sajadah tersebut jalan di atas air menuju selatan sebagaimana layaknya Perahu yang mengantar orang tersebut, sehingga Daengta Mangindara Mengatakan kepada rakyat Mangindara bahwa yang datang tadi itu adalah AWALLI (seorang Wali) dan MAUDU yang disuruh laksanakan itu adalah BARAKKA (Berkah). maka disebutlah MAUDU BARAKKAKA. Peristiwa MAUDU tersebut disampaikan juga kepada seluruh keluarga di Aena ujung utara Galesong, maka secara resmi dilaksanakan di Mangindara/Galesong yakni pada hari Sabtu 28 Rabiul Awal tahun 1062 Hijriyah atau sekitar tahun 1641 M, 369 tahun yang lalu dan dihadiri oleh Karaeng Bontomarannu, Karaeng Galesong, dan Karaeng Popo. Maudu Barakkaka adalah sebuah Bakul yang terbuat dari daun Lontara berwarna putih dengan ukuran PATANGGANTAN yang diisi dengan KADDO/KANRE BARAKKA, Ayam yang sudah di Goreng satu ekor, telur ayam tujuh biji, dan beberapa makanan lainnya, dan bagian luar bakul diselipkan 30 butir telur yang ditusuk dengan belahan bambu kemudian dibungkus dengan kain putih, kemudian diadakan ritual Atrate Maudu, maudu Barakkaka juga disertai dengan KADDO PATANGRUPA/Nasi empat macam (nasi ketang Putih, nasi Ketang Hitam, Nasih Putih biasa dan nasi berwarna merah) masing-masing satu piring biasa juga disebut KADDO SALAMAT, Pisang tiga sisir, oleh masyarakat umum sekarang ini bebas berkreatifitas untuk meramaikan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan bermacam-macam cara tetapi khusus MAUDU BARAKKAKA tidak demikian akan tetapi memiliki tata cara dan makna yang terkandung dalam MAUDU BARAKKAKA secara sangat singkat sebagai berikut :
1.ANNYONGKO JANGAN (Mengurung Ayam), tujuh hari sebelum ayam untuk MAUDU/maulid di potong/disembelih maka terlebih dahulu ayam tersebut dikurung agar terhindar atau tidak memakan makanan kotor atau bernajis, ayam tersebut hanya diberi makanan berupa jagung atau beras, ayam tersebut harus ayam jantang perkasa yang sudah bisa berkokok, JANGAN BULENG (bulunya berwama putih bersih, kulit kakinya berwama kuning keemasan), ayam yang pertama dipotong dalam sejarah MAUDU/Maulid Barakkaka berasal dari kampung LANNA sekarang Galesong Kota milik I Palembanawa Daeng Tulung ayah kandung Imandura Daeng Tulolo Daengta Bodo-Bodo Lanna/Galesong.
2.A'MATE JANGAN (Penyembelihan Ayam), dilaksanakan satu hari sebelum pelaksanaan MAUDU/Maulid, dalam penyembelihan ini biasanya dipercayakan kepada Tokoh Agama pilihan, yang pada akhirnya ayam tersebut digoreng dengan menggunakan Minyak Kelapa yang ditanak. ATTANAK adalah rangkaian MAUDU untuk membuat minyak dari kelapa untuk menggoreng ayam tersebut.
3.KADDO/KANRE BARAKKA, adalah Nasi yang setengah masak kemudian dikeringkan sehingga agak keras dan tidak mudah basi.
4.BAKU MAUDU, adalah sebuah bakul yang dianyam dari daun Lontara yang berwarna putih dengan ukuran PATANGGANTANG (4 X 4 liter) yang mencerminkan bahwa unsur yang terdapat dalam tubuh manusia terdiri dari 4 unsur yakni : PEPE, ANGIN, JE'NE, BUTTA (Api, Angin, Air dan Tanah) - TUBU, HATI, NYAWA, RAHASIA - SYARI'AH, TARIKAT, HAKIKAT dan MA'RIFAT.
5.AMMONE BAKU, dilaksanakan oleh orang pilihan pada pagi hari pelaksanaan MAUDU BARAKKAKA yakni mengisi bakul dengan Kaddo Barakka, ayam dan telur serta beberapa jenis barang lainnya.
6.ATRATE, adalah acara ritual yang dilaksanakan sekelompok orang (7 orang) pada hari pelaksanaan Maudu Barakkaka.
7.ATREBBO BAYAO, kegiatan yang dilaksanakan oleh keluarga atau masyarakat umum untuk mendapatkan telur yang berjumlah 30 biji di bagian luar bakul karena diyakini bisa membawa berkah, telur 30 biji disesuaikan dengan jumlah Juz dalam Al-Qur’an. Inilah awal mula sehingga setiap akan berakhir ritual Atrate ditandai dengan Atrebbo Bayao/berebut telur baik dalam pelaksanaan Maudu Barakka maupun maulid lainnya dimana saja.

           MAUDU BARAKKAKA secara turun temurun dan berturut-turut dilaksanakan oleh Muhammad Ali Daeng Sitaba kemudian dilanjutkan oleh Cucunya I Mabbau Daeng Ngeppe (Putra dari I Mandura Daeng Tulolo/Daengta Bodo-bodo di Lanna/Galesong) wafat di Salaparang Sumbawa kemudian dilanjutkan oleh putranya I Mangrokkoki Daeng Tutu kemudian dilanjutkan oleh putranya Sindawa Daeng Tarang (Gugur dalam perjuangan Kemerdekaan RI bersama kerabat dan pengawalnya pada tanggal 3 Maret 1946 oleh kekejaman Tentara Belanda Pimpinan Raymond Wasterling) sejak itu MAUDU BARAKKAKA dilaksanakan sangat sederhana oleh keluarga yang ditinggalkan yakni I Mangrokkoki/Muhammad Adam Daeng Tutu kemudian kepada adiknya Tarigu Daeng Tarring. Tradisi Bakul tetap ada tetapi hanya dihadiri keluarga dekat saja dengan istilah ATTOANA/APPIDALLEKI nanti pada tahun 2001 tradisi MAUDU BARAKKA kembali dihidupkan dan memeriahkan oleh putranya yakni Sindawa Daeng Tarang, SH, MM (Kepala Desa Mangindara) sekarang ini. Mangindara adalah sebuah wilayah yang sebenarnya tinggal nama saja, karena sejak 50/60 tahun yang lalu sudah menjadi laut tetapi untuk mengenang sejarah terutama keberadaan Galesong maka diabadikan namanya menjadi sebuah desa (Desa Mangindara).


           MAUDU BARAKKA sudah menjadi adat istiadat dan tradisi budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, yang pelaksanaannya sudah teragenda tetap yang setiap hari Sabtu terakhir bulan Rabiul Awal setiap tahun (menyesuaikan awal mula pelaksanaan Maudu tersebut) dikediaman keturunan Daengta Mangindara yang disepakati, MAUDU ini selalu mendapat perhatian dari Pemerintah.
a.Pada tahun 2005 dihadiri Wakil Ketua MPR RI (Bapak H. M. Aksa Mahmud) bersama Pemerintah Kabupaten Takalar.
b.Pada tahun 2006 dihadiri Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. M. Amin Syam), wakil Bupati Takalar, Ibu Bupati Takalar dan para MUSPIDA.
c.Pada tahun 2007 dihadiri Kepala BALITBANG Dep. Pendidikan Nasional, (Prof. DR. H. Mansyur Ramli) Asisten II Propinsi Sulawesi Selatan (Prof. H. B. Amiruddin Maula, M.Si) An. Gubernur , PEMDA Takalar dan para MUSPIDA.
d.Pada tahun 2008 dan 2009 dihadiri oleh Bapak Bupati Takalar bersama unsur Muspida.


           Demikianlah riwayat yang sangat singkat ini, yang sebenarnya masih sangat banyak uraian dan makna yang terkandung di dalam MAUDU BARAKKAKA tapi tidak sempat diuraikan lebih jauh, terima kasih.

penciptaan lalat

BUKTI KEBENARAN AL-QURAN : PENCIPTAAN LALAT
Oleh Islamic Motivation (Album) · Diperbarui 10 jam yang lalu

Mukjizat Alquran: Penciptaan Lalat

REPUBLIKA.CO.ID. Lalat merupakan jenis serangga yang bersayap ganda. Ia mempunyai banyak kelebihan yang terdapat pada modifikasi tubuhnya yang membuatnya hidup secara aman dan leluasa. Karena di bagian bawah perutnya terdapat paruh yang berfungsi untuk menjadi keseimbangan lalat di kala menapak pada benda yang halus.

Sebagaimana kaki-kakinya terdapat pula paruh yang lengket untuk memudahkan penyinggahan pada benda-benda yang sangat halus. Begitu pula dengan bagian mulutnya, mulutnya dilengkapi dengan bibir dan sengatan.

Lalat ini tergolong jenis serangga yang langka, ia mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam mengeluarkan enzim pencerna. Proses pengeluaran enzim ini secara langsung dengan cara memasukkannya ke makanan serta membawanya ke benda-benda mainan, sehingga kandungan kimia makanan tersebut bisa berubah.

Lalat ini telah banyak dijadikan objek penelitian hewan dan genetika, agar ditemukan cara meminimalisir volume keganasannya dalam memindahkan suatu penyakit. Walaupun secara prisip kajian ini bertujuan mengetahui pola kehidupan bakteri yang dibawa melalui lalat ini.

Hanya saja hasil-hasil dari penelitian ini menegaskan adanya unsur-unsur penghancur mikroba yang terpusat pada salah satu sayapnya. Dan untuk menghindari pengaruh dari unsur-unsur yang menghancurkan mikroba, mikroba berlindung pada sayap lain.

Dan unsur penghancur dan terdapat pada salah satu sayap itu mengeluarkan bakteri pada saat menyentuh bagian atas tengah makanan, lalu menyebar sangat cepat, serta pengaruhnya yang mematikan terhadap mikroba.

Lalu timbul suatu pemikiran untuk menuntaskan penelitian pada unsur-unsur ini, serta penggunaannya sebagai penawar dari penyakit yang tersebar melalui lalat ini. Bahwasanya segala kepastian yang kita ungkapkan melalui penelitian terhadap lalat ini, telah terungkap terlebih dahulu dalam Alquran dan Sunah sejak 14 abad yang lalu.

Dalam surat Al-Hajj ayat 73, Allah SWT berfirman, “Hai, manusia telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya...”

Ayat ini menuturkan kekuatan enzim yang luar biasa dalam proses pencernaan dan penyebaran bakteri, serta proses perubahan zat kimia pada makanan yang sangat cepat. Dan Alquran telah menjelaskan hal ini dalam firman Allah SWT, “Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu...”

Makna dari tidak dapat merebutnya kembali adalah tidak mampu mengembalikan makanan kepada seperti semula karena terjadi rentetan perubahan kimia melalui enzim yang meluluhkan zat kimia makanan. Juga merubah komponen makanan yang lengkap menjadi komponen biasa.

Berdasarkan paparan tersebut, bahwasanya Alquran mengandung kemukjizatan ilmu pengetahuan lain yang tercermin pada ikatan jaringan komponen tubuh yang terdapat pada hewan sejenis lalat ini yang banyak disepelekan orang.

Sungguh para ilmuwan dari negara-negara maju, karena mereka yakin bahwasanya ilmu pengetahuan melalui peralatan yang modern mampu menciptakan seekor lalat. Dan pada salah satu percobaan di Rusia yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun diikuti oleh 30 pakar biologi dari negara-negara maju untuk turut andil dalam proyek membuat lalat.

Dan setelah lebih dari 10 tahun terkuras daya, waktu dan daya, 30 orang ilmuwan atau lebih berkumpul di Rusia dan mengumumkan kegagalan mereka dalam proyek memproduksi lalat. Sunguh benar apa yang difirmankan Allah SWT, “Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.”

Jika mereka mengklaim bahwa Alquran adalah buatan Muhammad, maka siapakah yang mengetahui bahwa mereka akan berkumpul untuk memproduksi lalat dan mereka akan gagal, dan apa yang terjadi jika mereka tidak berkumpul, atau mereka berkumpul dan berhasil?

Sesungguhnya ini adalah bukti nyata bagi orang yang menginginkan kebenaran mutlak terhadap zat Allah SWT untuk mencapai kepada keputusan yang benar. Sebagaimana yang dituturkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya, “Jika lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka celupkanlah, kemudian ambillah kembali. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obat.” (HR. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan adanya zat penawar bakteri pada salah satu sayap lalat. Ini adalah bukti kebenaran Muhammad SAW, padahal beliau bukanlah seorang ilmuwan, atau pakar kedokteran.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini baru terjadi di abad ke-20. Sedangkan Al-Quran diwahyukan 1400 tahun yang lalu.

Jadi,,, 1 lagi BUKTI,,, Islam TERBUKTI BENAR!

filsafat pendidikan
          filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penerapan prinsip-prinsip filsafat kedalam  pendidikan.pendidkan bukan hanya berperan membantu manusia dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan pada umumnya. pendidkan merupkan konsekuensi logis dari filsafat. karena seseorang filosifis selalu berusaha menyebarluaskan  paham dan prinsp-prinsip yang dianut, dan untuk mencpai maksud itu ia harus menggunakan  sarana pendidikan.filsafat dan pendidikan  tidak bisa dipisahkan, keduanya saling bergantung.pendidkan berperan menyebarluaskan filsafat dan  mengajarkan kepada orang lain sedangkan filsafat berperan mengarahkan tujuan  sistem pendidikan, merumuskan sarana dan metode guna mencapai tujuan tersebut
          filsafat timbul karena adanya keheranan. manusia adalah salah satu mahluk yang dapat mengalami keheranan. manusia dapat berdialog dengan dirinya sendiri, menjadikan dirinya menjadi objek keheranan pertanyaan atau pemikiran karena jakjut atau kagum, bercampur heran  manusia bertanya-bertanya terus. setiap jawaban mengandung dan mengandung pertanyaan baru.
          manusia pada hakikatnya merupakan makhluk pemikir merasa berikap dan berindak. sikap dan tindakanya itu bersumber  dari pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan berpikir  dan merasa
         

Minggu, 19 Februari 2012


Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

A.     Latar Belakang

Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

  Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Tuntutan visi ini mendorong dikembangkannya standar kompetesi sesuai dengan jenjang persekolahan  yang secara nasional ditandai dengan ciri-ciri:

1.  lebih menitik beratkan pencapaian kompetensi secata utuh selain penguasaaan materi;
2.  mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia;
3. memberiklan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik di lapangan untuk mengembangkan strategi dan program pembelajaran seauai dengan kebutuhan dan ketersedian sumber daya pendidikan.

 Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul  dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup lokal, nasional, regional maupun global.

    Pendidik diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pencapaian seluruh kompetensi dasar perilaku terpuji dapat dilakukan tidak beraturan. Peran semua unsur sekolah, orang tua siswa dan masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam.

B.     Tujuan

Pendidikan Agama Islam di SD/MI bertujuan untuk:
1.      menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
2.      mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama  dan berakhlak mulia  yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.


 C.  Ruang Lingkup

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Al-Qur’an dan Hadits
2. Aqidah
3. Akhlak
4. Fiqih
5. Tarikh dan Kebudayaan Islam
Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

C.     Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar
Kelas I, semester I

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an 

1.  Menghafal Al Qur’an surat pendek pilihan


1.1  Melafalkan QS Al-Fatihah dengan lancar
1.2  Menghafal QS Al-Fatihah dengan lancar

Aqidah 

2.  Mengenal Rukun Iman


2.1 Menunjukkan ciptaan Allah SWT melalui ciptaan-Nya
2.2 Menyebutkan enam Rukun Iman
2.3 Menghafal enam Rukun Iman  

Ahlak 

3.  Membiasakan perilaku terpuji


3.1 Membiasakan perilaku jujur
3.2 Membiasakan perilaku bertanggung jawab
3.3 Membiasakan perilaku hidup bersih
3.4 Membiasakan perilaku disiplin 

Fiqih 
4.   Mengenal tatacara bersuci (thaharah)

4.1 Menyebutkan pengertian bersuci
4.2  Mencontoh tatacara bersuci 

5.   Mengenal Rukun Islam
5.1 Menirukan ucapan Rukun Islam
5.2 Menghafal Rukun Islam 




 Kelas I, Semester 2
 
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an 

6.   Menghafal Al Qur’an surat-surat pendek pilihan



6.1  Menghafal QS Al-Kautsar dengan lancar
6.2  Menghafal QS An-Nashr dengan lancar
6.3  Menghafal QS Al-‘Ashr dengan lancar 
Aqidah

7.   Mengenal dua kalimatsyahadat



7.1 Melafalkan syahadat tauhid dan syahadat rasul
7.2 Menghafal dua kalimat syahadat
7.3 Mengartikan dua kalimat syahadat  
Akhlak

8.   Membiasakan perilakuterpuji  



8.1 Menampilkan perilaku rajin
8.2 Menampilkan perilaku tolong-menolong
8.3 Menampilkan perilaku hormat terhadap orang tua
8.4 Menampilkan adab makan dan minum
8.5 Menampilkan adab belajar  
Fiqih

9.   Membiasakan bersuci (thaharah)



9.1 Menyebutkan tata cara berwudlu
9.2 Mempraktekkan tata cara berwudlu

 Kelas II, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

1. Menghafal Al Qur’an 




1.1 Mengenal huruf Hijaiyah
1.2 Mengenal tanda baca (harakat)

Aqidah

2. Mengenal Asmaul Husna



2.1 Menyebutkan lima  dari Asmaul Husna
2.2 Mengartikan lima  dari Asmaul Husna
Akhlak

3. Mencontoh perilaku terpuji



3.1 Menampilkan perilaku rendah hati
3.2 Menampilkan perilaku hidup sederhana
3.3 Menampilkan adab buang air besar dan kecil 

Fiqih
4. Mengenal tatacara wudhu  


5. Menghafal bacaan shalat


4.1 Membiasakan wudhu dengan tertib
4.2 Membaca do’a setelah berwudlu 

5.1 Melafalkan bacaan shalat 
5.2 Menghafal bacaan shalat
  
Kelas II, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

6.   Membaca Al Qur’an surat pendek pilihan  


6.1 Membaca huruf hijaiyah bersambung
6.2 Menulis huruf hijaiyah bersambung 

Aqidah

7. Mengenal Asmaul Husna



7.1 Menyebutkan lima dari Asmaul Husna 
7.2 Mengartikan lima dari Asmaul Husna 

Akhlak

8. Membiasakan perilaku terpuji


8.1   Mencontohkan perilaku hormat dan santun kepada  Guru
 8.2  Menampilkan perilaku sopan dan santun kepada tetangga 

Fiqih
9. Membiasakan shalat secara tertib

9.1 Mencontoh gerakan shalat
9.2 Mempraktekkan shalat secara tertib 


Kelas III, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

1. Mengenal kalimat dalam AlQur’an
  


1.1 Membaca kalimat dalam Al Qur’an
1.2 Menulis kalimat dalam Al Qur’an 

Aqidah

2. Mengenal sifat wajib Allah



2.1 Menyebutkan lima sifat wajib Allah
2.2 Mengartikan lima sifat wajib Allah

Akhlak

3. Membiasakan perilaku terpuji



3.1 Menampilkan perilaku percaya diri
3.2 Menampilkan perilaku tekun      
3.3 Menampilkan perilaku hemat 

Fiqih

4.  Melaksanakan shalat dengan tertib



1.1   Menghafal bacaan shalat
1.2   Menampilkan keserasian gerakan dan bacaan shalat 





Kelas III, Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

5. Mengenal ayat-ayat AlQur’an
  


5.1 Membaca huruf  Al Qur’an
5.2 Menulis huruf Al Qur’an 
Aqidah

6. Mengenal sifat mustahil Allah 



6.1 Menyebutkan sifat mustahil Allah SWT
6.2 Mengartikan sifat mustahil Allah SWT
Akhlak

7. Membiasakan perilaku terpuji



7.1 Menampilkan perilaku setia kawan
7.2 Menampilkan perilaku kerja keras
7.3 Menampilkan perilaku penyayang terhadap hewan 7.4 Menampilkan perilaku penyayang terhadap lingkungan 
Fiqih

 8. Melakukan shalat fardhu


8.1 Menyebutkan shalat fardhu
8.2 Mempraktikkan shalat fardhu 

Kelas IV, Semester 1 

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

1.  Membaca surat-surat AlQur’an  



1.1 Membaca QS Al-Fatihah dengan lancar
1.2 Membaca QS Al-Ikhlas dengan lancar 
Aqidah

 2.  Mengenal sifat jaiz AllahSWT


2.1  Menyebutkan sifat jaiz Allah SWT 
2.2  Mengartikan sifat jaiz Allah SWT  
Tarikh

3. Menceritakan kisah Nabi


3.1   Menceritakan kisah Nabi Adam AS
3.2   Menceritakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW
3.3   Menceritakan perilaku masa kanak-kanak Nabi
Muhammad SAW  
Akhlak
4. Membiasakan perilaku terpuji


Fiqih
5.  Mengenal ketentuanketentuan shalat


4.1   Meneladani perilaku taubatnya Nabi Adam AS
4.2   Meneladani perilaku masa kanak-kanak Nabi
Muhammad SAW  

5.1 Menyebutkan rukun shalat 
5.2 Menyebutkan sunnat shalat
5.3 Menyebutkan syarat sah dan syarat wajib shalat 5.4 Menyebutkan hal-hal yang membatalkan shalat 

Kelas IV, Semester 2  

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

6.  Membaca surat-surat Al Qur’an



6.1 Membaca QS Al-Kautsar dengan lancar
6.2 Membaca QS An-Nashr dengan lancar
6.3 Membaca QS Al-‘Ashr dengan lancar 
Aqidah

7.  Mengenal Malaikat dan tugasnya


7.1 Menjelaskan pengertian Malaikat
7.2 Menyebutkan nama-nama Malaikat
7.3 Menyebutkan tugas-tugas Malaikat 
Tarikh

8.  Menceritakan kisah Nabi


8.1 Menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS
8.2 Menceritakan kisah Nabi Ismail AS 
Akhlak

9. Membiasakan perilaku terpuji


9.1 Meneladani perilaku Nabi Ibrahim AS
9.2 Meneladani Nabi Ismail AS 
Fiqih

10.  Melaksanakan dzikir dan do’a


10.1 Melakukan dzikir setelah shalat
10.2 Membaca do’a setelah shalat

Kelas V, Semester 1 

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

1.   Mengartikan  Al Qur’an surat pendek pilihan


1.1 Membaca QS Al-Lahab dan Al-Kafirun
1.2 Mengartikan QS Al-Lahab dan Al-Kafirun   
Aqidah

2.  Mengenal kitab-kitab Allah SWT



2.1 Menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT 2.2  Menyebutkan nama-nama Rasul yangmenerima kitab-kitab Allah SWT
2.3 Menjelaskan Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir 
Tarikh

3. Menceritakan kisah Nabi


3.1 Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
3.2 Menceritakan kisah Nabi Musa AS
3.3 Menceritakan kisah Nabi Isa AS 
Akhlak
4. Membiasakan perilaku terpuji

4.1 Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS
4.2 Meneladani perilaku Nabi Musa AS
4.3 Meneladani perilaku Nabi Isa AS 
Fiqih
5. Mengumandangkan adzan dan iqamah

5.1 Melafalkan lafal adzan dan iqamah
5.2 Mengumandangkan adzan dan iqamah 
Kelas V, Semester 2  

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

6.   Mengartikan Al Quran Surat pendek pilihan



6.1 Membaca QS Al-Maun dan Al-Fiil
6.2 Mengartikan QS Al-Maun dan Al-Fiil 

Aqidah

7. Mengenal Rasul- Rasul Allah SWT


7.1   Menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
7.2   Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi       dari para Rasul
7.3   Membedakan Nabi dan Rasul 

Tarikh

8.  Menceritakan kisah Sahabat Nabi  


8.1 Menceritakan kisah Khalifah Abubakar RA
8.2 Menceritakan kisah Umar bin Khattab RA 
Akhlak

9.  Membiasakan perilaku terpuji  


9.1 Meneladani perilaku Khalifah Abubakar RA
9.2 Meneladani perilaku Umar bin Khattab RA 

Fiqih
10. Mengenal puasa wajib
10.1   Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa     Ramadhan
10.2   Menyebutkan hikmah puasa 

Kelas VI, Semester 1 

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an
1.  Mengartikan Al Qur’an Surat  pendek pilihan

1.1 Membaca QS Al-Qadr dan QS Al-‘Alaq ayat 1-5 1.2 Mengartikan QS Al-Qadr dan QS Al-‘Alaq ayat 1-5 
Aqidah
2.  Meyakini adanya  Hari Akhir

2.1 Menyebutkan nama-nama Hari Akhir
2.2 Menjelaskan tanda-tanda Hari Akhir 
Tarikh
3.   Menceritakan kisah Abu Lahab, Abu Jahal, dan Musailamah Al Kadzab

3.1 Menceritakan perilaku Abu Lahab dan Abu Jahal 3.2 Menceritakan perilaku Musailamah Al Kadzab 

Akhlak
 4. Menghindari perilaku tercela

4.1   Menghindari perilaku dengki seperti Abu Lahabdan Abu Jahal
4.2   Menghindari perilaku bohong seperti Musailamah Al Kadzab 

Fiqih
5.   Mengenal ibadah pada bulan Ramadhan

5.1 Melaksanakan tarawih di bulan Ramadhan
5.2 Melaksanakan tadarrus Al-Qur’an 

Kelas VI, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Al Qur’an

6.  MengartikanAl Quran Ayat-ayat pilihan


6.1 Membaca QS Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayat 13
6.2 Mengartikan QS Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayt13

  Aqidah

7.  Meyakini adanya Qadha dan Qadar



7.1 Menunjukkan contoh-contoh Qadha dan Qadar
7.2 Menunjukkan keyakinan terhadap Qadha dan Qadar 

Tarikh

8.   Menceritakan kisah kaum Muhajirin dan kaum Anshar  



8.1 Menceritakan perjuangan kaum Muhajirin
8.2 Menceritakan perjuangan kaum Anshar

Akhlak

9.  Membiasakan perilaku terpuji  



9.1   Meneladani perilaku kegigihan perjuangan kaum Muhajirin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik
9.2  Meneladani perilaku tolong-menolong kaum Anshar dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik

 Fiqih

10.   Mengetahui kewajiban zakat  



10.1 Menyebutkan macam-macam zakat 
10.2Menyebutkan ketentuan zakat fitrah



D.    Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk madrasah dikembangkan lebih lanjut oleh Departemen Agama. 


Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
A. Latar Belakang
 Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.  

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik  untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global.   

Dengan  standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan:
1.       Peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil inteluktual bangsa sendiri.
2.       Guru dapat memusatan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar.
3.       Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menantukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya.
4.       Orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah
5.       Sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia.
6.       Daerah dapat menentukan bahan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan  sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap mempehatikan kepentingan sosial.

B. Tujuan

 Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.       Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan.
2.       Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasapersatuan  dan bahasa negara.
3.       Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
4.       Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
5.       Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
6.       Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

 C. Ruang Lingkup  

Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.       Mendengarkan
2.   Berbicara
3.   Membaca 
4.   Menulis. 
Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya sembilan buku sastra dan nonsastra.             

D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

 Kelas I, Semester 1

Standar kompetensi
Kompetensi dasar
Mendengarkan
1.  memahami bunyi bahasa, perintah, dan dongen yang dilisankan


1.1    Membedakan berbagai bunyi bahasa   
1.2  Melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana
1.3  Menyebutkan tokoh dalam cerita

 Berbicara
2.    Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi, secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa, pengenalan benda dan fungsi anggota tubuh, dan deklamasi


2.1. Memperkenalkan diri dengan kalimat sederhana dengan bahasa yang santun.
2.2. Menyapa orang lain dengan menggunakan kalimat sapaan yang tepat dan bahasa  yang santun
2.3  Mendiskripsikan benda-benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana.
2.4. Mendeklamasikan puisi anak dengan lafal dan intonasi yang sesuai

Membaca

3.     Memahami teks pendek dan membaca nyaring.



3.1. Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
3.2. Membaca nyaring kalimat sederhan dengan lafal dan intonasi yang tepat.

Menulis

4.     Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi dan menyalin.


4.1. Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf.
4.2  Menebalkan berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf.
4.3  Mencontoh huruf, kata dan kalimat sederhana dari buku atau papan tulis dengan benar.
4.4.  Melengkapi kalimat yang belum selesai berdasarkan gambar.
4.5.  Menyalin puisi anak sederhana dengan huruf lepas




Kelas I, Semester  2 

Standar kompetensi
Kompetensi dasar

Mendengarkan

5.    Memahami wcna lisan tentang deskrripsi benda-beda disekitar dan dongeng




5.1. Mengulang deskripsi tentang benda-benda di sekitar

5.2. Menyebutkan  isi dongeng 


Berbicara

6.    Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar, percakapan sederhana, dan dongeng




6.1.     Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti

6.2.     Melakukan percakapan  sederhana dengan menggunakan kalimat dan kosakata yang sudah dikuasai.

6.3.     Menyampaikan rasa suka atau tidak suka  tentang suatu hal atau kegiatan dengan alasan sederhana
.
6.4.     Memerankan  tokoh  dongeng atau cerita rakyat yang disukai dengan ekspresi yang sesuai


Menbaca

7.     Memahami teks pendek dengan membaca lancar dan membaca puisi anak




7.1. Membaca  lancar beberapa kalimat sederhana yang terdiri  atas 3-5 kata dengan intonasi yang tepat

7.2. Membaca  puisi anak yang terdiri  atas 2-4 baris dengan lafal dan intonasi yang tepat


Menulis

8.    Menulis Permulaan dengan huruf tegak bersambung melalui kegiatan dikte dan menyalin.




8.1.  Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan huruf tegak bersambung.

8.2. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung

     







Kelas II, Semester 1 

Standar kompetensi
Kompetensi dasar

Mendengarkan

1.     Memahami teks pendek dan puisi anak yang dilisankan




1.1,  Menyebutkan kembali dengan  kata-kata atau
 kalimat  sendiri isi teks pendek

1.2.  Mendeskripsikan isi puisi 


Berbicara

2.     Mengungkapkan
pikiran, perasaan, dan pengalaman secara lisan melalui kegiatan bertanya, bercerita, dan deklamasi.




2.1.   Bertanya kepada orang lain dengan
menggunakan  pilihan kata yang tepat dan santun berbahasa

2.2.    Menceritakan kegiatan sehari-hari  dengan bahasa yang  mudah dipahami orang lain

2.3.    Mendeklamasikan puisi dengan  ekspresi yang tepat


Membaca

3.     Memahami teks pendek dengan membaca lancar dan membaca puisi anak




3.1.    Menyimpulkan isi teks pendek (10-15 kalimat) 
yang dibaca dengan membaca lancar  

3.2.     Menjelaskan isi puisi anak yang dibaca 


Menulis

4.    Menulis permulaan
melalui kegiatan melengkapi cerita dan   dikte




4.1  Melengkapi cerita sederhana dengan kata yang tepat

4.2. Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru 
dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik

  


Kelas II, Semester  2
   
Standar Kompetensi
Kompetensi dasar

Mendengarkan

5.   Memahami pesan  
pendek dan dongeng yang dilisankan




5.1   Menyampaikan pesan pendek yang didengarnya kepada orang lain

5.2.  Menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya   


Berbicara

6.  Mengungkapkan secara
lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dan  bercerita  




6.1.     Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar sesuai ciri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain

6.2.     Menceritakan kembali cerita  anak yang didengarkan dengan menggunakan kata-kata sendiri


Membaca

7.  Memahami ragam wacana tulis dengan membaca nyaring dan membaca dalam hati   




7.1   Membaca nyaring teks  (15-20 kalimat)  dengan memperhatikan lafal dan intonasi yang tepat

 7.2  Menyebutkan isi teks agak panjang (20-25 kalimat) yang dibaca dalam hati   


Menulis

8.  Menulis permulaan dengan mendeskripsikan  benda di sekitar dan menyalin puisi anak




8.1.  Mendeskripsikan  tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana dengan  bahasa tulis

8.2   Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi





Kelas III, Semester 1
 
Standar Kompetensi
Kompetensi dasar

Mendengarkan 

1.  Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang dilisankan  




1.1   Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara lisan

1.2   Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang disampaikan secara lisan 


Berbicara

2.  Mengungkapkan pikiran,
perasaan, pengalaman, dan petunjuk dengan bercerita dan memberikan tanggapan/saran   



2.1   Menceritakan pengalaman yang mengesankan dengan menggunakan kalimat yang runtut  dan mudah dipahami  

2.2   Menjelaskan urutan membuat atau melakukan sesuatu dengan kalimat yang runtut dan mudah dipahami
 
2.3   Memberikan tanggapan dan saran sederhana terhadap suatu masalah dengan menggunakan kalimat yang runtut dan pilihan kata yang tepat


Membaca

3.  Memahami teks  dengan
membaca nyaring, membaca intensif, dan membaca dongeng




3.1   Membaca nyaring teks (20-25 kalimat) dengan lafal dan intonasi yang tepat 

 3.2  Menjelaskan isi teks (100- 150 kata) melalui membaca intensif 

3.3   Menceritakan isi dongeng yang dibaca   


Menulis

4.  Mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi  dalam bentuk paragraf dan puisi  




4.1   Menyusun paragraf berdasarkan  bahan   yang tersedia dengan memperhatikan penggunaan ejaan

4.2   Melengkapi puisi anak  berdasarkan gambar





Kelas III, Semester 2 
            
Standar Kompetensi
Standar Kompetensi

Mendengarkan

 5.  Memahami cerita  dan teks drama anak yang dilisankan




5.1   Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya

5.2   Menirukan dialog dengan ekspresi yang tepat dari pembacaan teks drama anak  yang didengarnya  


Berbicara

6.  Mengungkapkan pikiran, 
perasaan, dan pengalaman secara lisan dengan  bertelepon dan bercerita



6.1   Melakukan percakapan melalui telepon/alat komunikasi sederhana dengan menggunakan kalimat ringkas

6.2   Menceritakan peristiwa  yang pernah dialami, dilihat, atau didengar  


Membaca

7.    Memahami teks dengan membaca intensif (150200 kata) dan membaca puisi




7.1   Menjawab dan atau mengajukan  pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150-200  kata) yang dibaca secara intensif 

7.2   Membaca puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi  yang tepat


Menulis

8.   Mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi




 8.1  Menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital, dan tanda titik 

8.2   Menulis puisi berdasarkan gambar dengan pilihan kata yang menarik




Kelas IV, Semester 1 

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan

1.   Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan simbol daerah/lambang korps  




1.1   Membuat gambar/denah berdasarkan penjelasan yang didengar

1.2   Menjelaskan kembali secara lisan atau tulis penjelasan tentang simbol daerah/lambang korps


Berbicara

2.   Mendeskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan suatu alat




2.1   Mendeskripsikan tempat sesuai dengan denah atau gambar dengan kalimat yang runtut

2.2  Menjelaskan petunjuk penggunaan  suatu alat dengan bahasa yang baik dan benar

Membaca

3.  Memahami teks agakpanjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi 




3.1   Menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas

 3.2  Melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk pemakaian yang dibaca 

3.3   Menemukan makna dan informasi  secara  tepat dalam kamus/ensiklopedi   melalui membaca  memindai



Kelas IV, Semester 2 
   
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan

5.  Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun  




5.1   Menyampaikan kembali isi  pengumuman yang dibacakan

5.2   Menirukan pembacaan pantun anak   dengan lafal dan intonasi yang tepat  


Berbicara

6.  Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi  dengan berbalas pantun  dan bertelepon 




6.1   Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat

6.2   Menyampaikan pesan yang diterima melalui telepon sesuai dengan isi pesan   

Membaca

7.  Memahami teks melalui
membaca intensif, membaca nyaring, dan membaca pantun




7.1   Menemukan kalimat utama  pada tiap paragraf melalui membaca intensif   

7.2   Membaca nyaring suatu pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat

7.3   Membaca pantun anak  secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat


Menulis

8.  Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi  secara tertulis dalam bentuk  karangan, pengumuman, dan pantun anak




8.1   Menyusun  karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll.) 

8.2   Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan 

8.3   Membuat pantun anak yang menarik tentang berbagai tema (persahabatan, ketekunan, kepatuhan, dll.) sesuai dengan ciri-ciri pantun


Kelas V, Semester 1 
  
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan

1.    Memahami  penjelasan narasumber dan cerita rakyat  secara lisan




1.1   Menanggapi penjelasan narasumber  (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan santun berbahasa 

1.2   Mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya 


Berbicara

2.  Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta  secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan,  menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara  




2.1   Menanggapi  suatu persoalan atau peristiwa dan
memberikan saran pemecahannya  dengan
memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa

2.2   Menceritakan   hasil pengamatan/kunjungan  dengan bahasa runtut, baik, dan benar  

2.3   Berwawancara sederhana dengan narasumber  (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa  


Membaca

3.  Memahami teks dengan
membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata/menit, dan membaca puisi




3.1   Membaca  teks percakapan dengan lafal dan intonasi yang tepat 

3.2   Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata  per menit  

3.3   Membaca  puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat  

Menulis 

4.  Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam  bentuk karangan,  surat undangan, dan dialog tertulis 



4.1   Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan  pilihan kata dan penggunaan ejaan

4.2   Menulis surat undangan (ulang tahun, acara agama, kegiatan sekolah, kenaikan kelas, dll.) dengan kalimat efektif dan memperhatikan penggunaan ejaan 

4.3   Menulis dialog sederhana antara dua atau tiga  tokoh dengan memperhatikan isi serta perannya



   Kelas V, Semester  2 
    
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan

5.  Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan



5.1   Menanggapi cerita tentang  peristiwa yang terjadi di sekitar yang  disampaikan secara lisan

5.2   Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar,Amanat)

Berbicara

6.  Mengungkapkan pikiran
dan perasaan  secara lisan dalam diskusi dan bermain drama




6.1   Mengomentari  persoalan faktual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa

6.2   Memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat


Membaca

 7.  Memahami teks dengan
membaca sekilas, membaca memindai, dan membaca cerita anak




7.1   Membandingkan isi  dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas  

7.2   Menemukan informasi secara cepat dari berbagai
teks khusus (buku petunjuk telepon, jadwal perjalanan, daftar susunan acara, daftar menu, dll.) yang dilakukan melalui membaca memindai 

7.3   Menyimpulkan isi cerita anak dalam beberapa kalimat
 

Menulis

 8.  Mengungkapkan ikiran, perasaan, informasi, dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan, laporan, dan  puisi bebas



8.1   Meringkas isi buku  yang dipilih sendiri  dengan
memperhatikan penggunaan ejaan 

8.2   Menulis laporan pengamatan atau kunjungan
berdasarkan tahapan (catatan, konsep awal,
perbaikan, final) dengan memperhatikan penggunaan ejaan  

8.3   Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat





Kelas VI, Semester 1  
       
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan

1.  Memahami teks dan cerita anak yang dibacakan




1.1   Menulis hal-hal penting/pokok dari suatu teks yang dibacakan   

1.2   Mengidentifikasi tokoh, watak , latar, tema atau amanat dari cerita anak yang dibacakan


Berbicara

2.  Memberikan informasi dan tanggapan secara lisan 




2.1   Menyampaikan  pesan/informasi yang diperoleh dari berbagai media  dengan bahasa yang runtut, baik dan benar 

2.2   Menanggapi (mengkritik/memuji)  sesuatu hal disertai alasan dengan menggunakan bahasa yang santun


Membaca

3.  Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca sekilas  




3.1   Mendeskripsikan isi dan teknik penyajian suatu laporan hasil pengamatan/kunjungan 

3.2   Menanggapi informasi dari kolom/rubrik  khusus (majalah anak, koran, dll.)     


Menulis 

4.  Mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk formulir, ringkasan, dialog, dan parafrase 




4.1   Mengisi formulir (pendaftaran, kartu anggota, wesel pos, kartu pos,  daftar riwayat hidup, dll.) dengan benar

4.2   Membuat ringkasan dari teks yang dibaca atau yang didengar

4.3   Menyusun percakapan tentang berbagai topik dengan memperhatikan penggunaan ejaan

4.4   Mengubah puisi ke dalam bentuk prosa dengan tetap memperhatikan makna puisi






Kelas  VI, Semester 2  
 
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan

5.  Memahami wacana lisan tentang berita  dan drama pendek  




5.1   Menyimpulkan  isi berita yang didengar dari televisi atau radio 

5.2   Menceritakan isi  drama pendek yang disampaikan secara lisan

Berbicara

6.  Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi  dengan berpidato, melaporkan isi buku, dan baca puisi  




6.1   Berpidato atau presentasi untuk berbagai keperluan (acara perpisahan, perayaan ulang tahun, dll.) dengan  lafal, intonasi, dan sikap  yang tepat

6.2   Melaporkan isi  buku  yang dibaca (judul, pengarang, jumlah halaman, dan isi) dengan kalimat yang runtut

6.3   Membacakan puisi  karya sendiri  dengan ekspresi yang tepat   


Membaca

7.   Memahami teks dengan  
membaca intensif dan membaca teks drama  




7.1   Menemukan makna tersirat suatu teks melalui membaca intensif  

7.2   Mengidentifikasi berbagai unsur  (tokoh, sifat, latar, tema, jalan cerita, dan amanat) dari  teks drama anak
s 
Menulis

8.  Mengungkapkan pikiran
dan informasi  secara tertulis dalam bentuk  naskah pidato dan surat resmi



8.1   Menyusun naskah pidato/sambutan (perpisahan,
ulang tahun, perayaan sekolah, dll.)  dengan bahasa yang baik dan benar, serta  memperhatikan penggunaan ejaan
8.2   Menulis surat resmi dengan memperhatikan pilihan kata sesuai dengan orang yang dituju




E.    Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
A.     Latar Belakang

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain. Selain itu, pembelajaran bahasa juga membantu peserta didik mampu mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat, dan bahkan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.  Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu. 
Tingkat literasi mencakup performative, functional,  informational, dan epistemic. Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells,1987).
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu ditetapkan standar kompetensi bahasa Inggris bagi SD/MI yang menyelenggarakan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai muatan lokal. Kompetensi lulusan SD/MI tersebut selayaknya merupakan kemampuan yang bermanfaat dalam rangka menyiapkan lulusan untuk belajar bahasa Inggris di tingkat SMP/MTs. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan berinteraksi dalam bahasa Inggris untuk menunjang kegiatan kelas dan sekolah. 
Pendidikan bahasa Inggris di SD/MI dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa yang digunakan untuk menyertai tindakan atau language accompanying action. Bahasa Inggris digunakan untuk interaksi dan bersifat “here and now”. Topik pembicaraannya berkisar pada hal-hal yang ada dalam konteks situasi. Untuk mencapai kompetensi ini, peserta didik perlu dipajankan dan dibiasakan dengan berbagai ragam pasangan bersanding (adjacency pairs) yang merupakan dasar menuju kemampuan berinteraksi yang lebih kompleks.

B.     Tujuan    
Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.      Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan  secara terbatas untuk mengiringi tindakan (language accompanying action) dalam konteks sekolah
2.  Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global





C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di SD/MI mencakup kemampuan berkomunikasi lisan secara terbatas dalam konteks sekolah, yang meliputi aspekaspek sebagai berikut.

1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca 
4. Menulis.       
ketrampilan menulis dan membaca diarahkan untuk menunjang pembelajaran  komunikasi lisan.

D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  
Kelas IV, Semester 1  
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
1.  Memahami instruksi sangat sederhana dengan tindakan dalam konteks kelas


1.1 Merespon dengan melakukan tindakan sesuai instruksi secara berterima dalam konteks kelas
1.2 Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal dalam konteks kelas 

Berbicara
2.  Mengungkapkan
instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks kelas


2.1   Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan
secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengenalkan diri, memberi salam/sapaan, memberi salam perpisahan, dan memberi abaaba 
2.2    Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, meminta barang, dan memberi barang
2.3   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: berterima kasih, meminta maaf, memberi maaf, melarang, memuji, dan mengajak 
 2.4   Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan: thank you, sorry, please, dan excuse me

Membaca
3.  Memahami tulisan bahasa Inggris sangat sederhana  dalam konteks kelas
3.1   Membaca nyaring dengan melafalkan alfabet dan ucapan yang tepat yang melibatkan kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana
3.2   Memahami kalimat dan pesan tertulis  sangat sederhana 
 
Menulis
4   Mengeja dan menyalin tulisan bahasa Inggris sangat sederhana dalam konteks kelas

4.1   Mengeja ujaran bahasa Inggris sangat
sederhana  secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang benar yang melibatkan kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana
4.2   Menyalin tulisan bahasa Inggris sangat sederhana  secara tepat dan berterima seperti: ucapan selamat dan pesan tertulis  

Kelas IV, Semester 2  

Standar Kompetensi
Kompetensi  Dasar
Mendengarkan

5.   Memahami instruksi sangat sederhana  dengan tindakan dalam konteks kelas


5.1   Merespon dengan melakukan tindakan sesuai dengan instruksi secara berterima dalam konteks kelas dan dalam berbagai permainan 
5.2   Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal

 Berbicara

6.  Mengungkapkan instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks kelas



6.1   Menirukan ujaran dalam ungkapan sangat sederhana secara berterima  

6.2   Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh melakukan sesuatu dan memberi aba-aba 

6.3   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, meminta barang, memberi barang 

6.4   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta ijin, memberi ijin, menyetujui, tidak menyetujui, menyangkal, dan  meminta kejelasan 

6.5   Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan: thank you, sorry, please, dan excuse me

Membaca

7.  Memahami tulisan bahasa Inggris sangat sederhana dalam konteks kelas



7.1   Membaca nyaring dengan ucapan yang tepat dan berterima yang melibatkan: kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana
7.2   Memahami kalimat dan pesan tertulis sangat sederhana
 
Menulis

8.  Mengeja dan menyalin tulisan bahasa Inggris sangat sederhana dalam konteks kelas



8.1   Mengeja ujaran bahasa Inggris sangat sederhana secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang benar yang melibatkan: kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana

8.2   Menyalin tulisan bahasa Inggris sangat sederhana secara  tepat dan berterima seperti ucapan selamat dan pesan tertulis

Kelas V, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan 

1.  Memahami instruksi sangat sederhana dengan tindakan dalam konteks sekolah




1.1   Merespon instruksi sangat sederhana dengan tindakan secara berterima dalam konteks kelas dan  sekolah

1.2   Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal


 Berbicara

2.  Mengungkapkan instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks sekolah




2.1   Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk 

2.2   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang 

2.3   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengenalkan diri, mengajak, meminta ijin, memberi ijin, menyetujui, tidak menyetujui, dan melarang 

2.4   Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan: Do you mind … dan Shall we …


Membaca

3.  Memahami tulisan bahasa Inggris dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana dalam konteks sekolah




3.1   Membaca nyaring dengan ucapan, tekanan, dan intonasi secara tepat dan berterima yang melibatkan: kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana

3.2   Memahami kalimat, pesan tertulis dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana secara tepat dan berterima 


Menulis

4.  Mengeja dan menyalin kalimat sangat sederhana dalam konteks sekolah




4.1   Mengeja kalimat sangat sederhana secara tepat dan berterima

4.2   Menyalin dan menulis kalimat sangat sederhana secara tepat dan berterima seperti: ucapan selamat, ucapan terima kasih, dan undangan 

Kelas V, Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan

5.   Memahami instruksi sangat sederhana dengan tindakan dalam konteks sekolah




5.1   Merespon instruksi sangat sederhana dengan tindakan secara berterima dalam konteks sekolah  

5.2   Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal

Berbicara

6.   Mengungkapkan instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks sekolah



6.1   Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur:  memberi contoh melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk
 
 6.2  Bercakap-cakap untuk meminta/memberi
jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang 

6.3  Bercakap-cakap untuk meminta/memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi informasi, memberi pendapat, dan meminta kejelasan

6.4   Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan: do you mind ... dan Shall we

 Membaca

7.   Memahami tulisan bahasa Inggris sangat sederhana dalam konteks sekolah



7.1   Membaca nyaring dengan ucapan, tekanan, dan
intonasi secara tepat dan berterima  yang melibatkan: kata, frasa, kalimat sangat sederhana, dan teks sangat sederhana

7.2   Memahami kalimat, pesan tertulis dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana secara tepat dan berterima

Menulis

8.  Mengeja dan menyalin kalimat sangat sederhana dalam konteks sekolah



8.1   Mengeja kalimat sangat sederhana secara tepat dan berterima

8.2   Menyalin dan menulis kalimat sangat sederhana
secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang tepat seperti: ucapan selamat, ucapan terima kasih, dan ucapan simpati

Kelas VI, Semester 1  

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Mendengarkan

1.  Memahami instruksi  dan informasi sangat sederhana baik secara tindakan maupun  bahasa dalam konteks sekitar peserta didik




1.1   Merespon instruksi sangat sederhana dengan tindakan secara berterima dalam kegiatan di dalam dan luar kelas

1.2   Merespon instruksi sangat sederhana dengan tindakan secara berterima dalam berbagai permainan 

1.3   Memahami cerita lisan secara berterima dengan bantuan gambar 

Berbicara

2.  Mengungkapkan
instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik


2.1   Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk 

2.2   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang 

2.3   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengingatkan, menyatakan suka / tidak suka, menanyakan jumlah, menanyakan keadaan, memberi komentar, memberi pendapat, dan mengusulkan  

2.4   Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan:Would you plese ... dan May I ...

Membaca

3.  Memahami teks  fungsional pendek dan deskriptif bergambar sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik



3.1   Membaca nyaring teks fungsional pendek sangat seder-hana dengan ucapan dan intonasi yang tepat dan berterima

s3.2   Memahami teks deskriptif bergambar sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik 
Menulis

4.  Menulis  teks fungsional pendek sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik



4.1   Menulis teks fungsional pendek sangat sederhana secara berterima 

4.2   Menulis kartu-kartu ucapan sangat sederhana secara berterima 

Kelas VI, Semester 2  

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
5.  Memahami instruksi  dan informasi sangat sederhana baik dengan tindakan maupun  bahasa dalam konteks  sekitar peserta didik

5.1   Merespon instruksi dan informasi sangat
sederhana baik dengan tindakan maupun bahasa secara berterima di dalam dan luar kelas
5.2  Merespon instruksi dan informasi sangat sederhana baik dengan tindakan maupun bahasa secara berterima dalam berbagai permainan 
5.3   Memahami cerita lisan sangat sederhana dengan bantuan gambar

Berbicara
6.  Mengungkapkan instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks  sekitar peserta didik

6.1   Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutu: memberi contoh melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk 
6.2   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutu: meminta bantuan, memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang 
6.3   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengungkapkan perasaan, merespon ungkapan, mengungkapkan keraguan, menanyakan, dan meminta kejelasan 
6.4   Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapa: Would you please ... dan May I ...

Membaca
7.  Memahami teks  fungsional pendek dan deskriptif bergambar sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik


7.1   Membaca nyaring teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ucapan dan intonasi yang tepat dan berterima
7.2   Memahami teks deskriptif bergambar sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik 
 7.3   Memahami teks naratif bergambar sangat
Sederhana

Menulis
8.  Menulis  teks fungsional pendek sangat sederhana dalam konteks sekitar peserta didik

8.1  Menulis teks fungsional pendek sangat sederhana secara berterima dalam konteks sekitar peserta didik
8.2   Menulis kartu-kartu ucapan sederhana secara berterima

                 
      E.  Arah Pengembangan 
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.
    



 






Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes